Nagari Pandai Sikek Jadi Sentra Bawang Merah Nasional - Potret Kita | Ini Beda

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

04 Juli 2021

Nagari Pandai Sikek Jadi Sentra Bawang Merah Nasional

TANAH DATAR, POTRETKITA.net -- Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) kini sedang melakukan riset di Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, untuk komoditas bawang merah.

Bawang merah yang dikembangkan warga Nagari Aie Angek, daerah tetangga Nagari Pandai Sikek.(foto fb eusrani)

Bila hasil riset yang melibatkan tiga kelompok tani (keltan) itu berhasil, maka nagari ini akan menjadi sentra bawang merah. Tidak saja untuk skala Provinsi Sumatera Barat, tetapi juga nasional.


Bawah merah adalah salah satu andalan komoditas pertanian, terutama untuk memenuhi permintaan di dalam negeri yang amat tinggi. Beberapa daerah, tidak mampu mencukupi kebutuhan mereka terhadap bumbu masak tersebut.


Kegiatan riset bawang merah yang dilakukan kali ini, merupakan bagian dari upaya melakukan kajian, penelitian dan riset, serta usaha penting dalam mengatasi masalah terbatasnya produksi bawang merah nasional. Kegiatannya bernama program Riset dan Pengembangan Inovatif Kolaboratif (RPIK). Program ini dilakukan melalui Badan Litbang Kementerian Pertanian RI (Balitbangtan).


Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) pada Balitbangtan Dr. Husnain, Jumat (2/7), di Jorong Pagu-pagu Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto menyatakan, hanya tiga daerah di Indonesia yang dilakukan riset, yakni Sumatera Barat untuk komoditas bawang merah, Lampung dan Nusa Tenggara Barat untuk komoditas jagung.


‘’Pandai Sikek di Sumbar dipilih untuk riset bawang merah, karena dinilai sangat potensial dan sesuai dengan kondisi wilayah,’’ ujar Husain, pada kegiatan penanaman perdana bawang merah di lahan kering dataran tinggi yang dipusatkan di Jorong Pagu-pagu Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto.


Disebutkan, Pandai Sikek adalah daerah dataran tinggi yang memiliki karakter khusus, seperti tanah masam, kandungan air sedikit, mengandalkan curah hujan, dan lahan yang tersedia cukup untuk pelaksanaan kegiatan riset.


Bawang merah yang kita tanam, sebutnya, menggunakan lahan seluas 9,57 hektare dan melibatkan Kelompok Tani Tapian Puti, Bujang Juaro, dan Berkah Agro.


Dia berharap, pelaksanaan riset dapat berjalan dengan baik, sehingga mampu mendorong terjadinya peningkatan produksi pertanian, agar dapat memenuhi permintaan bawang merah dalam negeri dan ekspor, sebagai upaya strategis meningkatkan pendapatan petani.


Sebelum dilakukan penanaman perdana, tim peneliti dari Balitbangtan yang dipimpin Hendri Sosiawan juga juga melakukan penelitian awal ke lapangan, kegiatannya berupa peninjauan lapangan, demo alat pertanian, sosialisasi kepada kelompok tani terkait teknik penanaman bawang merah, dan penetapan jenis bibit.


‘’Di Pandai Sikek ini kita menanam bibit jenis Batu Ijo dipadukan dengan irigasi curah hujan yang cocok untuk daerah dataran tinggi. Kita menggunakan alat pembuat bedeng dan penanganan ulat secara efektif, efisien, dan ramah lingkungan, serta mengurangi pemakaian fungisida,’’ jelasnya.


Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian yang turut hadir pada kesempatan itu mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada jajaran pemerintah pusat karena telah menunjuk Pandai Sikek sebagai pusat riset pertanian, terutama untuk komoditas bawang merah.


‘’Semoga nanti Jorong Pagu-pagu ini tumbuh menjadi penghasil bawang merah utama di Sumbar. Bukan hanya untuk dijual langsung, tetapi juga bisa diolah menjadi berbagai bentuk, misalnya minyak bawang, bawang goreng, dan lain-lain. Kita akan bahagia mendengar kabar nantinya, pendapatan petani di sini mengalami peningkatan,’’ katanya.(rel/mus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad