PADANG, POTRETKITA.net - Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Pekanbaru-Padang, nampaknya masih jauh panggang dari api, khususnya di wilayah Provinsi Sumatera Barat. Ada banyak kendala dalam pembebasan lahannya.
![]() |
| Ruas tol Pekanbaru-Bangkinang.(riau.go.id) |
Sedangkan di wilayah Riau, ruas Pekanbaru-Bangkinang sudah hampir rampung dan sudah diujicoba penggunaannya pada Lebaran 1443 H baru lalu. Sementara di ruas Bangkinang-Pangkalan saat ini dalam pengebutan pengerjaan. Pangkalan-Payakumbuh, Payakumbuh-Sicincin, dan Sicincin-Padang nyaris belum terlihar wujudnya.
Saat memimpin rapat koordinasi perkembangan pembangunan jalan tol itu, Senin (25/7) sore, Gubernur Sumbar Buya H. Mahyeldi Ansharullah mengatakan, lambatnya pembebasan 571 bidang lahan yang belum tuntas di ruas Padang-Sicincin, Kabupaten Padang Pariaman, merupakan masalah utama dalam penyelesaian pembangunan jalan tol tersebut.
Dalam rapat terungkap, ke 571 bidang lahan tersebut berada pada progres penyelesaian yang beragam. Diantaranya sebanyak 71 bidang masih tahap verifikasi Satgas, 92 bidang proses penilaian PPK dan apraisal. Selain itu juga terdapat 139 bidang yang berkasnya belum lengkap, 54 bidang belum ada berita acara konsinyasi dan 45 bidang dalam proses SPP ke LMAN.
Dalam pengarahannya, gubernur meminta agar persoalan pembebasan 571 bidang lahan tersebut segera dituntaskan, agar PT. Hutama Karya bisa segera bekerja. Secara khusus gubernur meminta agar penyelesaian diprioritaskan pada ruas jalan yang berpotensi pengerjaan fisik jalan bisa dilaksanakan secara tuntas dalam satu tahap pengerjaan, tidak on spot pada beberapa titik terpisah, sehingga menyulitkan pekerjaan fisik.
BACA PULA : Tol Pekanbaru-Bangkinang Gratis Menjelang Lebaran
Jalan Tol Dharmasraya-Rengat Segera Terwujud
Batipuh dan X Koto Dilintasi Jalan Tol Trans Sumatera
"Pembebasan percil baru 64 persen lebih, hanya 24 persen lebih penambahannya sejak 2021. Untuk fisiknya baru 9 Km dari 20,5 Km. Masalahnya apa ? Kalau dari 571 percil ini, masalahnya bukan di kami lagi. Sudah berapa bulan ini ? Kita targetkan lebih cepat lagi selesainya pembebasan tanah ini. Harus ada time schedule nya yang jelas, makanya kita rapat hari ini," tegas, sebagaimana dikutip dari publikasi Dinas Kominfotik Sumbar pada website sumbarprov.go.id, yang diakses pada Rabu (27/7) siang.
Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur yang turut hadir bersama Sekda dan jajaran terkait menyampaikan beberapa kendala di lapangan, diantaranya persoalan kelengkapan administrasi, dimana berkas belum lengkap karena masyarakat pemilik tanah yang bersangkutan susah ditemui. Kendala lainnya adalah berbedanya orang yang menguasai bidang lahan dengan pemilik.
Meski begitu, Bupati menyampaikan pihaknya bersama tim dilapangan akan terus berupaya maksimal untuk menuntaskan pembebasan lahan yang prioritas, sehingga pembangunan fisik bisa segera dilaksanakan.
Sementara Perwakilan PT. Hutama Karya Roy, mengungkapkan, pihaknya menyiapkan dana Rp28 miliar dan telah menitipkan dana ganti kerugian ke pengadilan untuk 13 bidang lahan senilai Rp17 miliar. "Untuk pengerjaan fisik, tahun ini ditargetkan bisa menyerap dana Rp758 miliar, tapi dengan syarat lahan pembangunannya minimal terusan sepanjang 10 Km, bukan berupa spot-spot," kata Roy.
Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, yang juga Koordinator Tim Percepatan Pemprov Sumbar, Syafrizal, mengatakan, setelah rapat ini, akan mengkordinasikan dengan tim terkait untuk menyiapkan time schedule dan memusatkan upaya penyelesaian pada ruas yang menjadi prioritas.
Sementara itu, riauprov.go.id pada 20 Mei 2022 lalu mengabarkan, pembebasan lahan di ruas Bangkinang-Pangkilan hampir tidak ada masalah lagi. Pemprov Riau optimis, pembangunan ruas tol itu akan bisa segera selesai. Pemprov Riau juga mengusulkan penambahan exit tol di Jalan Rantau Berangin-Tandun (Silam) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) pada Ruas Tol Bangkinang-Pangkalan.
Penambahan exit tol itu berdasarkan usulan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohul yang menginginkan adanya pintu keluar di lintas Rantau Berangin-Tandun.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, SF Hariyanto mengatakan, jika ruas jalan tol Bangkinang-Pangkalan diperencanaan awal tidak ada. Dimana exit tol Bangkinang-Pangkalan berada di Bangkinang dan di Koto Masjid atau yang dikenal Kampung Patin, XIII Koto Kampar.
Selain usulan penambahan exit tol di Jalan Rantau Berangin-Tandun, juga dibahas perpindahan exit tol Ruas Rengat-Pekanbaru, yang berdekatan dengan perkantoran dan pemukiman di Kabupaten Pelalawan.(mus)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar