Korban Meninggal 268 Orang, 155 Orang Lagi Masih Dicari - Potret Kita | Ini Beda

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

22 November 2022

Korban Meninggal 268 Orang, 155 Orang Lagi Masih Dicari

CIANJUR, potretkita.net - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suhayanto menyebut, hingga pukul 17.00 WIB pada Selasa (22/11), korban meninggal dunia pascagempa Magnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur tercatat 268 orang.

PRESIDEN MENGUNJUNGI PENGUNGSI GEMPA CIANJUR.(BNPB.GO.ID)

Dari 268 orang korban meninggal, 122 di antaranya sudah berhasil diidentifikasi. Selain korban meninggal yang sudah terdata, saat ini petugas gabungan juga sedang melakukan pencarian terhadap 155 orang yang dilaporkan hilang.


Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, di masa tanggap darurat saat ini, semua potensi kekuatan dikerahkan untuk pencarian korban hilang dan diperkirakan tertimbun bangunan yang rubuh.


Ridwan menegaskan hal itu, usai mengikuti rapat koordinasi penanganan gempa bumi Cianjur yang dipimpin Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di Pendopo Cianjur, Selasa (22/11/2022). Rakor juga dihadiri kepala BNPB, Kepala Basarnas, Kepala BMKG, Bupati Cianjur, dan pihak terkait lainnya.


Pemda Provinsi Jabar, disepakati memberikan bantuan sebesar Rp20 miliar dan Pemkab Cianjur Rp5 miliar. Sedangkan bantuan dana dari BNPB sebesar Rp1,5 miliar.


Muhadjir menambahkan, dalam rakor tersebut juga disepakati bahwa penanganan bencana ditangani secara pararel, yaitu penanganan tanggap bencana yang mengutamakan pada korban, baik korban hidup, korban meninggal, maupun korban luka-luka, baik ringan maupun berat.


Terkait jalan yang tak bisa dilewati karena terimbun material longsor, pemerintah menargetkan hari ini juga akan diselesaikan agar lalu lintas kembali normal.


"Dari Pak Kapolda sudah janji untuk jalan nasional itu tiga setengah jam mulai dari jam sekarang termasuk jalur kabupaten nanti kita usahakan juga ditangani secara simultan," ujarnya, sebagaimana dirilis jabarprov.go.id.


Untuk jembatan yang putus, katanya, sementara akan dibangun jembatan darurat oleh Kementerian PUPR. Adapun yang menjadi prioritas penanganan adalah membongkar atau menggali timbunan-timbunan yang kemungkinan ada korban.


"Tadi dari Pak Basarnas sudah menyanggupi hari ini nanti timbunan-timbunan yang diduga kuat ada korban, terutama korban hidup, itu akan diselesaikan hari ini," kata Muhadjir.


DARURAT

Bupati Cianjur Herman Suherman mengeluarkan keputusan pemberlakuan tanggap darurat bencana alam gempa bumi. Surat pernyataan tanggap darurat bernomor 360/8717/BPBD/2022, dan berlaku sejak gempa terjadi Senin 21 November 2022 hinggga jangka waktu 30 hari dari sekarang, berlaku di Kabupaten Cianjur.


Keputusan itu diambil berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, Status Tanggap Darurat Bencana ditetapkan oleh Bupati. Penetapan status tanggap darurat bencana didasarkan informasi BMKG tanggal 21 November 2022 pukul 13.21.10 WIB.


Gempa bumi berkekuatan 5,6 SR dengan pusat gempa berada di 10 km Barat Daya Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Lintang : 6.84 LS Bujur : 107.05 BT Kedalaman 10 km, Lokasi : 10 km Barat Daya Kabupaten Cianjur, 15 km Timur Laut Kota Sukabumi, 39 km Tenggara Kota Bogor, 63 km Barat Laut Bandung, 78 km Tenggara Jakarta dan tidak berpotensi Tsunami.


"Melihat kepada hal-hal tersebut di atas dengan ini menyatakan jika status tanggap darurat ini berlaku di Kabupaten Cianjur. Berlaku selama 30 (tiga puluh) hari, sejak tanggal 21 November sampai dengan 20 Desember 2022," ujar Herman.


Namun jika diperlukan, maka status tanggap darurat dapat diperpanjang sesuai situasi dan kondisi di lapangan.


PENYEBAB

Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian pada Institut Teknologi Bandung (ITB) Irwan Meilano menyebut, Sesar Cimandiri merupakan pemicu gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,6 yang meremukkan Cianjur dan beberapa kota kabupaten terdekat.


“Menurut beberapa data yang didapatkan saat ini serta melihat gempa susulan dan kerusakan yang terjadi, penyebab gempa ini adalah Sesar Cimandiri yang membujur dari Teluk Pelabuhan Ratu sampai sekitar Padalarang. Hal ini juga senada dengan perkataan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati,” ungkapnya/


Irwan menjelaskan, Sesar Cimandiri tergolong sesar aktif. Sesar merupakan bidang rekahan yang disertai dengan adanya pergeseran, mengalami retakan, atau memiliki celah. Pada sesar ini, ujarnya, terdapat akumulasi tegangan tektonik yang menjadi gaya penerus gempa.


Menurutnya, jika ditilik melalui pendekatan geologi, juga menunjukkan hal yang serupa. Sesar ini termasuk sumber gempa yang independen, dan tidak dipengaruhi oleh gempa-gempa sebelumnya, sehingga terdapat potensi gempa yang signifikan terjadi di masa depan.


Ini bukan kali pertama pergerakan Sesar Cimandiri menyebabkan gempa. Irwan menyebutkan pernah terjadi gempa berkekuatan serupa di tahun 1970-an.


“Ada pembelajaran yang bisa dipetik dari bencana tadi siang. Concern utama berada di pemerintah dan pemda, perlu ada upaya untuk memahami bahwa daerah tersebut memiliki potensi gempa," jelasnya.


Penataan ruang dan kaidah pembangunan yang dilakukan tiap daerah, harus disesuaikan dengan struktur geologinya serta jaraknya dari sumber gempa. Selain itu, masyarakat juga harus melek literasi dan pengetahuan bahwa mereka tinggal di daerah yang rawan gempa. sehingga mitigasi dapat dilakukan.


Ketika bencana telah terjadi, terdapat waktu (golden time) untuk evakuasi yang hanya berkisar rata-rata 30 menit setelah gempa bumi.


“Hal yang dapat dilakukan setelah bencana terjadi adalah memberikan respons yang terbaik. Kita harus belajar dari Jepang dalam memanfaatkan golden time ini. Rumah sakit darurat, pengungsian sementara, air dan sanitasi yang baik, mulai dipersiapkan sekarang," sebutnya.


Jika hanya fokus pada yang terluka, menurut Irwan, lantas mengesampingkan hal-hal vital yang harus dipersiapkan, maka orang yang selamat pun dapat menjadi korban selanjutnya.(*/ed. mus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad