PADANGPANJANG, POTRETKITA.net - Menyemarakkan seperempat abad perjalanan Komunitas Seni Kuflet Padangpanjang, sekaligus Milad 56 Tahun pendirinya; Dr. Sulaiman Juned, warga komunitas menggelar diskusi dan bedah buku berbasis sosial dan aktualitas.
Buku itu berisikan kumpulan puisi Sulaiman yang dikemas dalam tajuk Surat di Musim Taen. Pembedahnya adalah sejumlah penyair dan ilmuwan bidang perpuisian, di antaranya Arbi Tanjung, Adri Sandra, dan Dr. Yusril.“Surat di Musim Taen ini memberi ruang bagi kreator, baik anggota Kuflet maupun para seniman di Ranah Minang,” komentar Arbi yang kini bergiat di Pasaman Boekoe, saat memimpin diskusi bedah buku itu.
Sementara itu, Adri Sandra dalam ulasannya mengatakan, buku yang berjudul Surat di Musim Taen adalah kumpulan puisi penyair Sulaiman, merupakan tonggak perjalanan puisi dengan kekuatan yang memiliki ciri khas tersendiri. Dapat dilihat dalam puisi berjudul Nyanyian Luka, Idul Fitri: Taen Masih Mengurung Rumah, Gelap, Lebaran Malam Itu.
“Puisi-puisi meretas dari Serambi Aceh menuju Serambi Padangpanjang, puisi-puisi memiliki kekuatan religiusitas dan kritik sosial selain romantik," tutur Sastrawan Nasional asal Payakumbuh itu.
Sedangkan Yusril dalam membaca Sulaiman, mengatakan, puisi dapat memberi ruang bagi kreativitas seni pertunjukan, khususnya teater. Sulaiman, ujarnya, karena juga sebagai sutradara, maka ia memiliki kesadaran terhadap puisi-puisinya untuk dapat digarap menjadi teater.
“Kini komunitas teater banyak menggarap pertunjukannya dari puisi, seperti Teater SAE, Teater Kubur dan bahkan saya dengan Komunitas Seni Hitam Putih, selalu saja menggarap pertunjukan berangkat dari puisi, termasuk didalamnya saya pernah menggarap teater memasukkan puisi Sulaiman," tutur Sutradara Teater yang acap keliling ke Mancanegara membawa teater.
Ketua Panitia Fajar Mulia Jambak menyatakan, perpaduan antara tulisan puisi dengan masa sekarang terlihat nyata, dan Adri Sandra membaca kekuatan puisi Sulaiman, tentu dalam ruang religius dengan bacaanya terhadap buku Surat di Musim Ta'en dari Serambi ke Serambi' itu sangat menarik, sekaligus membuka wawasan kami yang hadir dalam menggeluti dunia sastra.(mus)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar