Dari Pencanangan BIAN Pasaman Barat 2022 - Potret Kita | Ini Beda

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

15 September 2022

Dari Pencanangan BIAN Pasaman Barat 2022

Oleh Gusmizar, S. Ag

Pranata Humas Ahli Muda

Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat 



OPINI, POTRETKITA.net - Hari Kamis, 15 September 2022, mulai sekitar pukul 08.30 sampai 15.00 WIB, Pemerintah Daerah Pasaman Barat melalui Dinas Kesehatan, melaksanakan pencanangan program Hari Imunisasi Anak Nasional (HIAN) Tahun 2022 di aula kantor bupati, Jalan Soekarno-Hatta Simpang Ampek.


Selain bupati, asisten, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pejabat terkait di lingkungan pemerintah daerah Pasaman Barat. Hadir sekaligus jadi peserta pada kegiatan itu, kepala lembaga pendidikan se Pasaman Barat, mulai tingkat SD dan MI (Madrasah Ibtidaiyah) bersama SMP dan MTs (Madrasah Tsanawiyah) negeri juga swasta se Pasaman Barat.


Bupati Pasaman Barat Hamsuardi, melalui sambutannya pada kesempatan itu menyampaikan, paling tidak ada empat nilai manfaat dari kegiatan imunisasi bagi anak, yang dilestarikan di tingkat jorong di 11 kecamatan atau 19 kenagarian se Pasaman Barat.


Manfaat dari pemberian Imunisasi pada anak adalah, proses pemberian vaksin ke dalam tubuh. Tujuan imunisasi sendiri adalah untuk membantu memperkuat sistem imun tubuh untuk kebal terhadap penyakit tertentu. Ini sebabnya setiap imunisasi berbeda fungsinya. Meski begitu, ada beberapa manfaat dasar yang dimiliki oleh jenis imunisasi apapun. Berikut beberapa manfaat imunisasi pada anak yang perlu Bunda ketahui.


Memperkuat Sistem Imun Anak

Seperti yang disinggung di atas, manfaat imunisasi yang paling utama adalah untuk memperkuat sistem imun. Vaksin yang dipakai saat proses imunisasi ini akan melatih sistem kekebalan tubuh untuk mengidentifikasi virus serta bakteri penyebab penyakit tertentu.


Virus atau zat patogen lain yang masuk ke tubuh pasti akan berkembang, menyebar, dan menyerang tubuh. Inilah yang membuat seseorang jatuh sakit. Dengan melakukan imunisasi, tubuh sudah “dipersenjatai” dengan imun-imun yang kebal dengan virus. Imun yang kuat ini bisa membunuh virus bahkan sebelum sempat membuat tubuh jatuh sakit.


Mencegah Biaya Pengobatan Berlebih

Manfaat imunisasi secara ekonomis pun ada, yaitu dapat mencegah kemungkinan tanggungan biaya pengobatan yang sangat mahal. Imunisasi yang dilakukan pada umumnya diperuntukkan untuk memperkuat sistem imun agar dapat melawan penyakit yang cukup berbahaya. 


Misalnya adalah imunisasi BCG yang bertujuan untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TBC). Lalu ada juga imunisasi untuk penyakit campak yang umum dialami saat usia kanak-kanak, imunisasi dengue yang banyak diandalkan untuk pencegahan efek fatal dari penyakit seperti demam berdarah.


Jika tubuh tidak diimunisasi, kemungkinan tubu terkena penyakit-penyakit tersebut akan lebih besar. Jika sudah terkena penyakit, Bunda atau si kecil harus menjalani pengobatan dengan biaya yang tidak sedikit. Apalagi jika sampai harus menginap di rumah sakit selama proses perawatan, biayanya tentu akan semakin membengkak. Itu sebabnya lebih baik melakukan imunisasi untuk mencegah kemungkinan-kemungkinan tersebut. 


Menekan Angka Kematian Anak

Bunda perlu tahu bahwa ada banyak jenis penyakit yang menjadi penyebab utama meningkatnya kematian anak. Penyakit seperti campak, polio, batuk rejan, serta pneumonia termasuk ke dalam daftar penyakit mematikan tersebut. Penyakit-penyakit ini paling banyak menyerang anak-anak yang sistem imunnya belum begitu terbentuk dan cukup kuat untuk melawan penyakit.


Kabar baiknya, penyakit-penyakit di atas sudah memiliki vaksin imunisasinya masing-masing. Itu sebabnya salah satu manfaat imunisasi adalah untuk membantu menekan angka kematian anak. Dengan melakukan imunisasi, tubuh si kecil jadi lebih kuat untuk memerangi virus yang menyebabkan penyakit-penyakit di atas. 


JENIS IMUNISASI WAJIB BAGI ANAK

Sebagai informasi tambahan, berikut ada beberapa jenis imunisasi wajib yang seharusnya didapatkan oleh sang buah hati. Di Indonesia sendiri setidaknya ada 15 imunisasi wajib.


1. BCG untuk mencegah penyakit tuberkulosis.

2. Campak untuk mencegah penyakit campak.

3. Dengue untuk mencegah dampak infeksi dari demam berdarah dan dengue shock syndrome.

4. Hepatitis A untuk mencegah penyakit hepatitis A yang biasa tersebar melalui makanan.

5. Hepatitis B untuk mencegah penyebab kanker hati atau sirosis.


6. Human Papilloma Virus (HPV) untuk mencegah kanker serviks sejak dini.

7. Influenza untuk mencegah gejala demam, batuk pilek, sesak nafas, hingga radang paru-paru.

8. Hapanese B encephalitis (JE) untuk mencegah radang otak.

9. MMR untuk mencegah penyakit campak dan rubella.

10. Pentavalen untuk mencegah serangan enam penyakit: batuk rejan, difteri, tetanus, pneumonia, hepatitis B, dan meningitis.


11. Pneumokokus (PCV) untuk mencegah pneumonia dan meningitis.

12. Polio untuk mencegah tumbuh lumpuh karena virus yang menyerang sistem saraf.

13. Rotavirus untuk mencegah diare kronis yang banyak terjadi pada bayi dan membuat sang bayi kehilangan banyak sekali cairan.

14. Tifoid untuk mencegah penyakit tifoid pada anak.

15. Varicella atau disebut juga varivax untuk mencegah penyakit cacar air.(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad