ANAMBAS, POTRETKITA – Namanya Akmaruzzaman. Ketika masih menjadi siswa Kulliyatul Muballighien Muhammadiyah (KMM) Kauman Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat, dikenal tekun belajar, rajin, penolong, ramah, dan senang berorganisasi.
![]() |
| Akmaruzzaman didampingi istri; Yesi Susilawati |
Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Tapak Suci Putra Muhammadiyah adalah dua organisasi yang tak pernah ditinggalkannya selama di Kauman. Ketika kuliah, aktivitas itu dilanjutkannya dengan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Tapak Suci sebagai ajang berlatih dalam seni bela diri tetap berlanjut.
‘’Perjalanan hidup dan ketetapan Allah memang tak ada yang tahu. Saya tak pernah berpikir akan seperti saat ini, ketika masih belajar di Kauman dulu. Tapi pengalaman berorganisasi yang saya dapat selama sekolah dan kuliah, jelas punya kontribusi besar dalam memformat saya seperti saat ini,’’ ujarnya, Sabtu (19/6).
Setelah dipercaya mengemban berbagai amanah jabatan di Pemkab Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, kini oleh Bupati Abdul Haris, Akmaruzzaman ditunjuk menjadi staf ahli bupati. Fokus tugasnya di bidang sosial, kesejahteraan rakyat, dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
Belum lama dilantik. Persisnya pada Senin (3/5), di Kantor Bupati Anambas; Pasir Peti. Dalam rentang waktu lebih sedikit sebulan ini, Akmaruzzaman telah melakukan berbagai koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tersangkut dengan bidang tugasnya.
‘’Persoalan kesejahteraan dan SDM harus kita genjot. Saya lakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Ketenagakerjaan, dan Dinas Pendidikan. Yang sedang kita kejar saat ini, menyiapkan segala sesuatunya terkait Peraturan Bupati (perbup) yang akan menjadi landasan hukum, guna merealisasikan visi misi Bupati Abdul Haris bersama Wakil Bupati Wan Zuhendra,’’ katanya.
![]() |
| Akmaruzzaman saat mendampingi Bupati Anambas Abdul Haris pada suatu kegiatan. |
Dikatakan, program strategis yang diusung Pemkab Anambas di bawah kepemimpinan Bupati Abdul Haris besama Wabup Wan Zuhendra, membutuhkan semua elemen terkait harus fokus pada bidang tugas masing-masing, dan harus mampu bergerak cepat dan tepat.
Program utama adalah pembangunan atau rehab seribu rumah rakyat tidak mampu, pemberian bantuan fakir miskin, dan menyediakan anggaran Rp10 miliar untuk menggerakkan 300 unit usaha rakyat masuk kategori Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
‘’Bergerak cepat, tepat, dan koordinasi dengan semua pihak. Akses komunikasi dengan semua elemen terkait harus dipermantap,’’ ujar tamatan Pascassarjana Manajemen Pembangunan Daerah pada Institut Pertanian Bogor (IPB) itu.(mus)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar