Gempa Bumi dan Teologi Az-Zalzalah - Potret Kita | Ini Beda

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

20 Juni 2021

Gempa Bumi dan Teologi Az-Zalzalah

DASAR geologi secara regional, menurut Soehaimi, terbagi kepada tektonik regional, bentang alam regional, dan litologi.

DR. Suhardin, M.Pd

Tektonik regional, proses struktur pertama dari kerak bumi dan pada regional tertentu yang membentuk formasi dan deformasi daratan, cekungan laut, pegunungan dan sabuk gempa.


Bentangan alam regional, yang juga dikenal sebagai lajur fisiografi merupakan karakteristik dan juga bentuk permukaan bumi yang disebabkan oleh proses perubahan kimia dan fisika. Beberapa contoh yang dihasilkan dari bentang alam, gunung, bukit, lembah dan lain-lain. Ada jenis bentang alam tingkat tinggi dengan durasi yang sangat lama, samudra dan benua, lempeng tektonik dan  erosi.


Litologi adalah dasar untuk membagi urutan batuan menjadi satuan untuk tujuan pemetaan dan korelasi antar daerah. Dari dasar geologi tersebut menurut Soehaimi, gempa dibagi dalam dua jenis kegempaan. Gempa tunjaman dan gempa seismotektonik. Gempa tunjaman  pada umumnya dangkal 0-400 km.


Gempa bumi dengan mekanisme normal tersebut disebabkan oleh proses perenggangan (extension) pada lajur di bawah rumpang gempa bumi (seismeic gap). Gempa bumi seismotektonik, gempa yang disebabkan oleh pergeseran struktur geologi dengan kejadian gempa bumi (seismogenetik), kekuatan gempa ini d iatas lima (>5) skala ricter.


Peringatan dini bahaya bencana gempa bumi adalah suatu upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat sebelum terjadi bahaya gempa bumi.


Upaya tersebut berupa suatu tindakan nyata berupa kajian-kajian yang mendasar terhadap fenomena alam gempa bumi, yakni penelitian seismotektonik yang berbasiskan asal-usul kejadian gempa bumi (seismogenetic) di suatu daerah yang telah dinyatakan sebagai daerah rawan bencana gempa bumi untuk tingkat provinsi dan kabupaten. Upaya ini dilakukan dalam rangka meminimali-sasi terjadinya korban akibat kejadian alam gempa bumi.


Di samping itu, bentuk kearifan lokal yang dapat dipelajari atas tanda akan terjadinya gempa dengan memperhatikan mutasi semut dalam tanah. Menjelang gempa terjadi, semut yang berada dalam tanah, ke luar secara massal, karena terjadi ketidak nyamanan di dalam habitatnya. Hal ini sebagai pertanda alam akan terjadi gempa bumi, bagi kaum yang memperhatikan dan bersahabat dengan alam.


Gempa bumi yang sangat dahsyat diberitakan Allah SWT pada al-Qur’an surat Az-Zalzalah ayat 1-8: Artinya : “(1) Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat; (2) Dan bumi telah mengeluarkan bahan-bahan berat (yang dikandung) nya; (3) Dan manusia bertatanya. “Apa yang terjadi dengan bumi ini?”; (4) Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya; (5) Karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu) padanya; (6) Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam  keadaan berkelompok-kelompok untuk diperlihatkan kepada mereka balasan semua perbuatannya; (7) Maka barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat biji zarrah niscaya dia akan melihat balasannya; (8) dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah niscaya dia akan melihat balasannya”.


Ada lima kemungkinan hal ini terjadi menurut ilmuwan di Keyden Planetarium New York dalam Tafsir buya Hamka. Pertama, matahari meletus dan bumi musnah dalam lautan api. Kedua, matahari berbalik menjadi beku sedemikian rupa hingga bola bumi menjadi dataran hitam yang tertutup es.


Ketiga, mungkin juga terjadi bahwa suatu bintang yang besar bertubrukan dengan matahari yang mana akan berakibat kehancuran bumi. Keempat, didemonstrasikan adanya kemungkinan bintang berekor jatuh ke bumi dengan kedahsyatan begitu rupa hingga bumi hancur luluh karenanya. Kelima, kemusnahan dengan segala penghuninya karena jarak dengan bulan menjadi begitu dekat sehingga menimbulkan gelombang-gelombang air pasang yang dahsyat disertai letusan-letusan hebat dari gunung-gunung berapi. 


Buya Hamka menambahkan dalam tafsirnya, hari kejadian itu bumi bercerita tentang hal yang  tengah terjadi kepada manusia. Bukan dalam pengertian bumi bercerita dengan mulut dan lidahnya, tetapi kejadian yang sangat dahsyat itu membuat hati manusia mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang dikemukakan “Mengapa dan ada apa yang terjadi dengan bumi”,  maka kejadian tersebut menjawab dengan sendirinya pada hati masing-masing manusia.


Ini adalah hari yang dijanjikan oleh Allah SWT. Allah SWT lah  yang menentukan segala sesuatu. Pusat komando ada pada Allah SWT tanpa regulasi seperti yang terjadi pada suasana normal. Dimana pada suasana normal Allah SWT membuat segala sesuatu dalam tata aturan-Nya yang disebut dengan sunnatullah.


Ada birokrasi yang diciptakan secara alamiah dengan struktur yang kuat dan rapi. Dengan suasana yang demokratis, adanya pilihan pada manusia untuk berbuat baik dan berbuat jahat. Perbuatan baik di bawah bimbingan malaikat dan perbuatan jahat di bawah panduan setan. Allah memberikan kebebasan kepada manusia memilih setelah diberikan hidayah. Ikut jalan Allah atau ikut jalan setan. Pada hari itu komando langsung pada Allah SWT.  Seperti dijelaskan Allah SWT dalam QS Al-Infitar 


Artinya“(17) Dan tahukah kamu apa apakah hari pembalasan itu? (18) Sekali lagi, tahukah kamu apakah itu hari pembalasan itu? (19) Yaitu pada hari   (ketika) seseorang sama sekali tidak berdaya (menolong) orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.”


Pusat kekuasaan, eksekusi kekuasaan, kendali kekuasaan, perencanaan selanjutnya langsung  dari Allah SWT. Satu sama lain tidak dapat membantu, tidak ada kolaborasi, koalisi,  negosiasi, reposisi, simpati dan konstribusi. Semua terpulang kepada Allah SWT. Hari ini jugalah yang disebut dengan yaumul hisab, yaumul mizan, semua amal perbuatan manusia baik dan buruk diperhitungkan dan diperlihatkan ganjaran dari amal tersebut sekalipun sebesar dzarrah.


Dzarrah disebut juga dengan al-jauharul fard, suatu benda yang tidak dapat dibagi lagi. Ahli fisika mengatakan pada atom terdapat partikel kecil proton dan elektron dan neutron, maka dzarah partikel kecil pada atom tersebut, karena tidak dapat dibagi lagi saking kecilnya.


Kegiatan manusia dalam bentuk amal shaleh dan juga kejahatan yang dilakukan, secara digitalisasi Allah SWT tertulis dan tersusun rapi dapat dibaca dan oleh masing-masing individu manusia.


Di saat itu pintu kebaikan dan keburukan bagi manusia sudah tertutup, makhluk Allah SWT memasuki babak baru dalam kehidupan sesuai dengan komando, perintah dan instruksi langsung dari yang maha  kuasa penguasa utama, tidak ada kekuasaan lain, selain dari kekuasaan Allah SWT.


Maka menyesallah manusia yang telah menjadikan dirinya berkuasa penuh terhadap kehidupannya dan meniadakan kekuasaan Allah SWT. Menyesalllah orang-orang yang telah menghambakan diri kepada penguasa, menjilat kekuasaan, menghambakan diri kepada demi sesuatu hal, menyerahkan jiwa dan raga kepada   majikannya, sehingga melalaikan hal-hal yang telah digariskan dan disyariatkan Allah SWT. Sementara penguasa dan sang maikan tidak bisa berbuat dan menolongnya. 


Gempa kecil peringatan dini untuk terjadinya gempa besar yang lebih besar skalanya dan lebih dahsyat dampaknya. Gempa itu memisahkan kehidupan manusia di dunia dengan kehidupan baru yang telah dijanjikan Allah SWT. Gempa itu memuntahkan seluruh isi perut dunia, mencampakkan segala isinya, dan manusia sebagai hamba Allah SWT dan khalifah Allah SWT diminta pertanggungjawaban terhadap tugas, fungsi, posisi dan kewenangan dirinya selama menjalankan jatah kehidupan, keputusan akhir ada pada Allah SWT. Wallahu ‘alam Nashrun Minallah wal Fathun Qarib.(DR. SUHARDIN,M.PD., praktisi pendidikan lingkungan hidup dan pimpinan LDK Pimpinan Pusat Muhammadiyah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad