Haroun El-Maany Berpikir Melampaui Zamannya - Potret Kita | Ini Beda

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

15 Agustus 2021

Haroun El-Maany Berpikir Melampaui Zamannya

PADANGPANJANG, POTRETKITA.net - Haroun El-Ma'any. Nama itu sudah jarang terdengar disebut, seiring semakin jauhnya perjalanan zaman, kalau dihitung dari saat beliau meninggal dunia beberapa tahun lalu.


Padahal beliau adalah ulama sekaligus ilmuwan besar yang hidup dan berkiprah di Kota Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat.

Kalau kini menghitung perjalanan bulan dan marahari menggunakan alat, maka Haroun El-Ma;'any menghitung waktu hanya dengan Ilmu Falak, suatu ilmu yang beliau kembangkan melebihi zamannya.

Selain dikenal sebagai sosok ilmuwan, ulama, pendakwah, dan pemimpin umat, beliau juga seorang ahli Ilmu Falak. Ratusan muridnya sudah menjadi pengembang ilmu tersebut hingga saat ini, sehingga memudahkan umat Islam dalam beribadah, misalnya dalam hal menghisab jadwal shalat, imsakiyah Ramadhan, pembuatan kalender masehi dan hijriyah, dan hari-hari besar Islam lainnya.


Selama hayatnya, beliau mendarmabaktikan diri dan ilmunya untuk kemajuan umat Islam dan memimpin umat di Kota Padang Panjang. Hampir setiap waktu Shalat, beliau berjalan kaki dari kediamannya di Guguak Malintang menuju Masjid Raya Jihad. Di masjid itu, beliau adalah imam tetap sekaligus jadi narasumber utama pada setiap kegiatan pengajian.

Dr. Suhardin, M.Pd.

Buya Haroun El-Ma'any adalah juga direktur Kulliyatul Muballighien Muhammadiyah (KMM) Kauman Padang Panjang, sebuah madrasah yang menyemai bibit-bibit muballigh dan calon pimpinan umat yang didirikan oleh Inyiak Rasul dan untuk pertama kalinya dipimpin Buya Hamka. Kini, madrasah itu telah mengembangkan diri dan tergabung ke dalam satu wadah bernama Pondok Pesantren Muhammadiyah Kauman.


Buya Haroun, begitu beliau akrab disapa, juga terlibat aktif dalam mendirikan dan memimpin Fakultas Ilmu Agama Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB), dengan salah satu lembaga pendukungnya Takhassus Al-Falakiyah sebagai lembaga khusus mendidik calon-calon ahli hisab. Buya Haroun juga pernah menjadi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat.


''Dulu kita pernah berusaha untuk memberikan gelar doktor honoris causa kepada beliau, tetapi kita kebingungan tentang disiplin ilmu apa yang diberikan, karena beliau ensiklopedia berjalan, sama kayak google sekarang. Dalam pengajaran tauhid, beliau sering mengutip JB Zahra, seorang ilmuwan barat, sejarawan yang menguasai tentang sejarah aufklarung,'' ujar Prof. Dr. HM Yunan Yusuf, Ahad (15/8)m pagi.


BACA JUGA Ulama dari Aceh Pelopor Kalender Islam Global


Yunan yang lama menjadi murid Buya Haroun, mengatakan hal itu saat menjadi narasumber pada kegiatan webinar alumni KMM yang dimoderatori Dosen Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta Dr. Suhardin, M.Pd., yang juga merupakan alumni madrasah yang cukup lama dipimpin Buya Haroun tersebut.


Menurut Yunan, pemikiran buya sangat luar biasa. Bacaannya banyak, dan referensinya kuat, sehingga membangun pemahamannya terhadap sesuatu mantap, kuat dan kokoh. 


Bagi Yunan, Buya Haroun El-Ma'any, Harun Nasution dan Mukti Ali memiliki benang merah dalam perkembangan pemikiran keislaman di Indonesia dan Asia Tenggara. Mereka berpikir bebas melampaui zamannya.


''Pemikiran keislaman boleh bebas, asal jangan berkesimpulan mempertanyakan keesaan Allah, mempertanyakan keotentikan Alquran, mempertanyakan kerasulan Muhammad SAW sebagai utusan Tuhan terakhir, dan mempertanyakan hari kemudian,'' katanya.


Di luar empat hal itu, sebut Yunan, silakan dipikirkan dan disimpulkan. Semua pemahaman keislaman adalah interpretasi, dengan kebenaran yang relatif, justru itu jangan sekali-kali memgklaim yang peling benar, dan menganggap yang lain salah. 


Suhardin menambahkan, webinar diadakan sekelompok alumni Kauman setiap bulan pada Hari Ahad puku 06.00-08.00 WIB. Pada webinar kali ini, moderator memberikan kesimpulan, Kauman perlu menggali mutiara yang terpendam berupa nilai-nilai yang telah ditampilkan oleh para buya yang ada di sana, diantaranya buya Haroun sebagai orang yang sederhana dalam kehidupan, ikhlas dalam bekerja, tekun dalam keilmuan, sehingga belajar dalam berbagai sumber, moderat dalam bersikap. Disepakati untuk menerbitkan buku Buya Haroen El-Ma'any dalam Pandangan Muridnya.(MUSRIADI MUSANIF)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad