Kios Sayur Aie Angek Hidup Segan Mati tak Mau - Potret Kita | Ini Beda

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

15 Agustus 2021

Kios Sayur Aie Angek Hidup Segan Mati tak Mau

KETIKA Bupati Tanah Datar ke-19 dijabat Masriadi Martunus, dibangunlah Pasar Sayur (kini Kios Sayur) di Nagari Air Angek, Kecamatan X Koto, terletak di tepi jalan nasional Padang Panjang-Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat.

Tujuannya dibangun mendorong petani membuat sentral sayur organik di Nagari Air Angek, Sehingga diharapkan datang pengunjung membeli sayur yang segar dan ekonomi di sekitar akan membaik.

Namun, setahun dua tahun berjalan lancar, tapi seiring bertukarnya kepemimpinan di Tanah Datar, kios sayur yang diharapkan sesuai rencana pendiriannya mulai memudar.

Kemudian Bupati Tanah Datar ke-20 M. Shadiq Pasadigoe yang menjabat dua periode, dan kemudian Bupati Irdinansyah Tarmizi yang menjabat bupati Tanah Datar ke-21, secara tegas tidak memberikan warna terhadap Kios Sayur Air Angek. 

Kios yang dibangun sebagai sentral sayur nyaris tinggal menjadi kenangan buah kerja bupati terdahulu. Apakah karena ini dibuat bupati pendahulu, maka bupati selanjutnya tidak mau mengembangkan? Ataukah memang salahnya di petani sayur yang rencana awalnya untuk penyedia sayur organik, kini menjadi sayur yang biasa saja seperti di pasar-pasar tradisional?

Kini puluhan bangunan Kios Sayur Air Angek tinggal seperti tak berpenghuni. Hanya satu petak yang terisi, selebihnya tutup dan kosong. Samalah kebijakan banyak pemerintahan negeri ini mengelola aset punya budaya malas, mengelola keuangan bersemangat. 

Sudah masuk jabatan Bupati Tanah Datar Ke-22 Eka Putra. Apakah tetap membiarkan atau mau memberikan kreasi baru dalam bentuk pembinaan kepada petani dan pedagang sayur Air Angek. Sehingga Kios Sayur Air Angek kembali menjadi sentral sayur di Tanah Datar. Atau tetap membiarkan Kios Sayur Air Angek hidup segan mati tak mau? (MUHAMMAD NUR IDRIS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad