Jalan Menuu Pelabuhan Teluk Tapang Belum Selesai - Potret Kita | Ini Beda

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

13 Agustus 2021

Jalan Menuu Pelabuhan Teluk Tapang Belum Selesai

PASAMAN BARAT, POTRETKITA.net -- Pelabuhan Teluk Tapang di Aiabangih Pasaman Barat sudah selesai beberapa tahun lalu. Sayangnya, akses jalan raya menuju pelabuhan megah penopang utama Pelabuhan Teluk Bayur Padang itu belum selesai. Letaknya cukup jauh dari kawasan Pelabuhan Aiabangih saat ini.

Agar pelabuhan bisa digunakan, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat berupaya mempercepat pembangunan jalan ke sana dari Bungo Tanjuang Aiabangih. Ini merupakan salah satu paket program strategis pemerintah yang dilakukan Direktorat Jendral Bina Marga, Kementerian PUPR.


Bila proses pengerjaannya berjalan lancar, maka diperkirakan jalan menuju Pelabuhan Teluk Tapang akan bisa dilewati kendaraan bermotor roda empat ke atas pada 2024 nanti. ''Progres pembangunannya sudah 47 persen,'' kata Kepala BPJN Sumbar Syachputra Ghani, sebagaimana dirilis Dinas Kominfotik Provinsi Sumbar.


Menurutnya, jalan sepanjang 23 kilometer ini dibangun secara bertahap. Untuk 2021 ini pekerjaan yang dilakukan di ruas ini adalah membangun jalan sepanjang 9,6 km, sedangkan sisanya akan dikerjakan bertahap di tahun-tahun berikutnya.


Di masa mendatang, imbuhnya, jalan ini akan digunakan sebagai akses menuju Pelabuhan Teluk Tapang yang akan menjadi pusat pendistribusian hasil perkebunan dan pertambangan yang ada di wilayah Pasaman Barat.


Sesungguhnya, Pelabuhan Teluk Tapang sudah lama rampung. Tapi tidak bisa digunakan lantaran belum adanya akses angkutan darat. Kapal Perintis Sabuk Nusantara, awal tahun ini sudah berhasil merapat dan sandar di pelabuhan itu.


Sejumlah pejabat Pasaman Barat juga datang ke sana menyambut kedatangan kapal perintis tersebut yang merapat pada Senin, 11 Januari 2021.


KM Sabuk Nusantara adalah kapal perintis berkapasitas 400 orang penumpang dan 200 ton barang. Jadwalnya dua kali dalam sebulan melewati rute Padang-Mentawai-Teluk Tapang-Pelabuhan Bajau.


Pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang rampung sejak Mei 2017 lalu, sebagaimana pernah diberitakan Republika Online. Fasilitas yang ada di dalamnya siap digunakan untuk melayani bongkar muat kapal, khususnya ekspedisi produk minyak sawit dan komoditas pertambangan seperti bijih besi. 


Namun, infrastruktur jalan menuju lokasi pelabuhan belum siap. Imbasnya, hingga hari ini pelabuhan yang disebut-sebut bakal menyaingi Pelabuhan Teluk Bayar di Kota Padang tersebut belum bisa beroperasi.


Hitung-hitungan awal, masih butuh anggaran hingga ratusan miliar rupiah untuk merampungkan pembangunan akses jalan menuju pelabuhan. Hingga 2017 itu, pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang telah menyedot anggaran hingga Rp200 miliar sejak proyek mulai berjalan pada 2006 lalu. Tapi, ternyata pekerjaan masih banyak. Pembangunan jalan sepanjang 42 km menuju pelabuhan masih harus menyerap anggaran hingga Rp400 miliar.


Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat sebetulnya tak lantas pasrah. Kekurangan dana pembangunan jalan dan urungnya operasional Pelabuhan Teluk Tapang sudah berkali-kali disampaikan kepada pemerintah pusat. Barulah tahun 2021 ini terbetik kabar menggembirakan itu; Pembangunan Jalan Menuju Teluk Tapang dari Bunga Ranjung Dikebut.


Catatan Pemda Pasaman Barat, sebanyak 37 km jalan raya harus dibangun, ditambah 8 unit jembatan yang harus dituntaskan. Total ada 42 km jalan yang harus dibangun demi mengakses Pelabuhan Teluk Tapang. Untuk melanjutkan pembangunan ini tentu tidak bisa dengan APBD kabupaten maupun provinsi karena biayanya terlalu besar.


Ketika masih menjabat sebagai bupati Pasaman Barat, Syahiran pernah berucap, operasional Pelabuhan Teluk Patang bakal menggenjot ekonomi Pasaman Barat, bahkan Sumatra Barat secara menyeluruh. Tak hanya itu, beroperasinya Pelabauhan Teluk Patang nantinya juga akan memecah beban operasi Pelabuhan Teluk Bayur selama ini. 


Harapannya, kerusakan jalan nasional menuju Teluk Bayur juga bakal berkurang, seiring dengan mulai beralihnya truk-truk pengangkut komoditas perdagangan melalui Teluk Tapang. Pengiriman barang tak perlu jauh-jauh ke Padang, cukup ke Pasaman Barat.


Sejak dibangun 2006, saat Pasaman Barat dipimpin Bupati Baharuddin R, sejumlah perusahaan yang beroperasi di Pasaman Barat sudah membantu pembangunan jalan. Sebuah perusahaan tambang bijih besi misalnya, selain menanamkan investasi hingga Rp10 miliar, juga membantu pembangunan jalan sepanjang 9 km.


Banyak kalangan berharap, Pelabuhan Teluk Tapang ini harus segera beroperasi. Sebab sudah terlalu lama pelabuhan berskala Internasional ini terbengkalai, sebagaimana pernah diucapkan Nasrul Abit, saat masih menjabat wakil gubernur Sumbar.


"Pelabuhan ini sangat strategis untuk menunjang intensitas perdagangan. Tidak saja soal bijih besi, dari pelabuhan ini nanti juga memudahkan aktivitas pengangkutan CPO yang selama ini harus di antar ke pelabuhan teluk Bayur," katanya.


Selain itu, dengan terbukanya akses transportasi pelabuhan kelak akan meningkatkan perekonomian masyarakat.(MUSRIADI MUSANIF)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad