TANAH DATAR, POTRET.net - Untuk penanganan pasien Covid-19, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, saat ini sangat membutuhkan oksigen medis, obat-obatan, dan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan.
![]() |
| Wabup Tanah Datar ketika berkonsultasi dengan Kadiskes Provinsi Sumbar. |
‘’Kedatangan kami untuk berkordinasi, konsultasi, sekaligus melaporkan kondisi dan permasalahan yang dihadapi dalam menangani Covid-19 di Kabupaten Tanah Datar. Kita juga melaporkan beberapa kebutuhan mendesak terkait penanganan pandemi itu,’’ ujar Wabup Richi, kemarin, di Batusangkar.
Richi menyebut, saat ini Tanah Datar sangat membutuhkan pasokan oksigen medis, obat-obatan dan APD yang akan digunakan tenaga kesehatan dalam membantu pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Jumlah pasien yang menjalani perawatan, sebutnya, setiap hari terus bertambah, seiring meningkatkannya jumlah warga yang ditemukan terpapar Virus Corona.
Pada kesempatan itu, kepala Dinkes Sumbar langsung menyerahkan bantuan APD berupa baju hazmat, masker N95, kantong jenazah, peralatan rapid antigen, sepatu bot, azithrinycin, vitamin c, dan handschoen non steril untuk dipergunakan di RSUD M. Ali Hanafiah Batusangkar dan Dinas Kesehatan Tanah Datar.
‘’Kita menyampaikan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar terkait kondisi ril di Tanah Datar. Kita laporkan, selain obat-obatan dan APBD, Tanah Datar juga butuh oksigen medis dan logistik lainnya untuk keperluan penanganan pasien Covid-19,’’ sebut wabup.
Atas bantuan yang diserahkan langsung kepala Dinkes Sumbar saat itu, wabup menyampaikan terima kasih. Insya Allah, ujarnya, bantuan tersebut akan sangat besar gunanya dalam melindungi tenaga kesehatan saat bertugas, sekaligus membantu pasien Covid-19 yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
Menurutnya, koordinasi yang baik antara kebupaten dan provinsi diharap bisa mematangkan kesiapsiagaan semua elemen, bila sewaktu-waktu terjadi lonjakan pasien Covid-19, terutama hal yang sangat urgen seperti oksigen, obat-obatan dan pakaian yang melindungi tenaga kesehatan saat bertugas di ruang isolasi dan menangani pasien positif Covid-19.
Terkait dengan kebutuhan oksigen medis, Arry menyatakan, hingga kini pihaknya belum mendapat data lengkap kebutuhan ril rumah sakit yang ada di Sumbar. Ada beberapa rumah sakit, sebutnya, belum menyampaikan laporannya ke provinsi.
‘’Ada yang belum memasukkan laporan lewat aplikasi rumah sakit online. Akibatnya, kita kesulitan menghitung kebutuhan ril untuk pengadaannya. Nanti bila sudah ada, kita akan supply setiap hari, sesuai kebutuhan masing-masing rumah sakit,’’ ujarnya.(MUS)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar