Angka Stunting di Tanah Datar Masih Tinggi - Potret Kita | Ini Beda

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

13 Juli 2022

Angka Stunting di Tanah Datar Masih Tinggi

TANAH DATAR, POTRETKITA.net - Kasus stunting di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, terbilang masih cukup tinggi, yaitu berada pada kisaran 21,5 persen. Perlu kerja keras dan kerjasama semua pihak untuk meminimalisirnya.


Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun), akibat dari kekurangan gizi kronis, sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir, akan tetapi kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun


Berbicara penurunan angka stunting bukan hanya menurunkan angka persentasi saja, tapi berbicara bagaimana masa depan Kabupaten Tanah Datar ke depannya dalam mempersiapkan generasi emas, yang siap memimpin bangsa, dan itu menjadi kewajiban dan tanggung jawab bersama.


"Dalam penurunan angka stunting, Kabupaten Tanah Datar telah ditetapkan sebagai lokasi fokus stunting tahun 2022, sesuai dengan keputusan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor KEP.10/M.PPN/HK02/2021 tentang penetapan perluasan kabupaten/kota lokasi fokus intervensi penurunan stunting terintegrasi tahun 2022," ujar Ketua Percepatan Penanganan Stunting yang juga s Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian.


Richi menegaskan hal itu, saat mengikuti rembuk stunting Kabupaten Tanah Datar 2022 cegah stunting menuju generasi emas Indonesia 2045 Selasa (12/7), di Batusangkar. 


Menurutnya, berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) angka stunting di Tanah Datar pada tahun 2021 berada diangka 21,5 persen, sementara berdasarkan penimbangan massal yang dilakukan pada Agustus 2021, angka stunting di Tanah Datar adalah 14,52 persen. Sehingga, imbuhnya, beban kita cukup besar, bagaimana bisa menurunkan angka stunting di Tanah Datar dari 21,5 persen menjadi 14 persen pada 2024, sebagaimana target nasional.


Bupati Tanah Datar Eka Putra dalam arahannya saat membuka kegiatan menyebut, Tanah Datar adalah daerah lumbung padi di Sumatera Barat, dan juga mengekspor susu sapi dan susu kambing ke Thailand dan daerah lainnya, yang mana memiliki gizi yang cukup tinggi.


Tanah Datar, tuturnya, masuk prioritas ke dalam 514 kabupaten/kota di Indonesia untuk penurunan stunting, namun masih banyak di Tanah Datar yang tidak tahu tentang stunting. Untuk itu, bupati meminta semua yang terkait untuk mendata ulang angka stunting di Tanah Datar dimulai dari dasawisma.


"Kami komit melawan stunting, kami tetap patuh pada instruksi presiden tentu juga memahami kearifan lokal di kabupateh/kota masing masing," ujarnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Yesrita mengatakan, stunting adalah suatu kondisi yang gagal tumbuh seorang balita yang disebabkan gangguan gizi kronis terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Yang mana 1000 hari pertama kehidupan dimulai dari dalam kandungan sampai anak usia dua tahun yang sangat mempengaruhi pertumbuhan anak dan otak.


Kita berharap, jelasnya, dimulai dari 1000 hari pertama kehidupan pada anak-anak itu harus kita perhatikan. Masalah stunting datang tidak tiba begitu saja, menurut Yesrita, masalah stunting datang dimulai dari remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan anak usia dibawah lima tahun.(*/mus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad