Kapolres Terima Penghargaan dari Bupati - Potret Kita | Ini Beda

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

14 Juli 2022

Kapolres Terima Penghargaan dari Bupati

TANAH DATAR, POTRETKITA.net - Kapolres Tanah Datar AKBP Ruly Indra Wijayanto, menerima penghargaan dari Bupati Eka Putra, karena telah sukses menyenlenggaraan kegiatan berskala besar di Komplek Istano Basa Pagaruyuang.


Kegiatan itu adalah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-76, dinilai berdampak positif terhadap pemulihan ekonomi dan pariwisata di Kabupaten Tanah Datar.

 

Piagam penghargaan untuk kapolres diserahkan langsung oleh bupati di Mapolres, Rabu (14/7), serta disaksikan para pejabat terkait, di antaranya Wakapolres Kompol Andi P Lorena, Kabag Ops AKBP Ischak, Kabag Sumda Kompol Hamzah, Kabag Ren AKP Irsal, Kasat Samapta Iptu Pifzen Pinot, Kabag Prokopim Dedi Tri Widono, beserta beberapa perwira Polres Tanah Datar. 

 

Bupati menyatakan, Kapolres Tanah Datar diberi penghargaan karena telah turut mendukung dan mensukseskan pelaksanaan pesta rakyat, dalam rangka HUT Bhayangkara ke-76 di Istano Basa Pagaruyung. Itu merupakan sebuah sejarah dan kebanggaan bagi masyarakat Tanah Datar. 

 

“Alhamdulillah dan terima kasih kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia, terkhusus Polda Sumatera Barat dan Polres Tanah Datar, karena telah mempercayakan kepada Kabupaten Tanah Datar sebagai lokasi dipusatkannya perayaan HUT Bhayangkara ke-76, dirangkai dengan pesta rakyat yang diisi pameran alutsista Polri, stand kuliner, kesenian daerah, penyerahan bantuan sosial, hiburan musik dan juga makanan gratis,” ucapnya. 

 

BACA JUGAKapolda Sumbar Terima Penghargaan Terkait Pemulihan Ekonomi dan PariwisataKapolda Teddy dan Istri Merasa Terhormat Menyandang Gelar Adat Minangkabau


Kapolres Ruly menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Tanah Datar, karena telah mendukung kegiatan Polda Sumbar dan Polres Tanah Datar, terutama pada peringatan HUT Bhayangkara ke-76. 

 

“Tanpa adanya dukungan dari Pemerintah Daerah Tanah Datar, tentu kami akan kesulitan dan juga tidak akan dapat melaksanakannya di sini, sebelumnya penghargaan yang sama juga diberikan Pemda Tanah Datar kepada Kapolda Sumbar,” ujarnya.

 

Bagi kabupaten berjuluk Luak Nan Tuo itu, Istano Basa Pagaruyuang memiliki posisi penting dalam bidang pengembangan kepariwisataan dan ekonomi kreatif. Istano itu mampu menyerap ratusan orang tenaga kerja lokal, serta sangat diminati wisatawan nusantara dan mancanegara.

 

“Orang belum merasa berkunjung ke tanah Minangkabau ini, bila mereka tidak datang ke Istano Basa Pagaruyuang. Efek ekonomisnya dalam meningkatkan kesejahteraan luar biasa. Bersyukurlah masyarakat sekitar, karena Istano Basa memberi kehidupan,” ujar Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Parpora Tanah Datar Efrison, suatu ketika saat berbincang dengan potretkita.net.

 

Berbicara soal efek ekonomis dan penyerapan tenaga kerja untuk segala jenis aktivitas di lingkungan Istano Basa Pagaruyuang, menurut Efrison, jumlahnya mendekati angka seribuan, dan ternyata mayoritas adalah anak nagari dan warga Pagaruyuang itu sendiri. Dengan demikian, efeknya terhadap penyerapan tenaga kerja lokal amat tinggi.

 

“Sedikitnya tenaga kerja yang terserap dengan adanya Istano Basa Pagaruyuang itu adalah 275 orang. Bila rata-rata satu keluarga tenaga kerja itu adalah empat orang, maka paling tidak 750 orang sudah mendapat keuntungan ekonomis dari Istano Basa Pagaruyuang,” katanya.

 

Selain serapan tenaga kerja, imbuhnya, keberadaan Istano Basa Pagaruyuang juga membuka kesempatan berusaha bagi warga setempat. Sekitar 90 persen pedagang dan usaha lainnya di sekitar istano dilakoni oleh warga dan anak nagari Pagaruyung. Sedangkan Tenaga Harian Lepas (THL) yang  jumlahnya 37 orang, sekitar 70 persen di antaranya adalah warga Pagaruyuang.

 

Efrison menambahkan, ada beragam jenis usaha dan tenaga kerja yang terserap di lingkungan dan seputaran Istano, di antaranya penyewaan pakaian sebanyak 44 orang, fotografer (89 orang), pedagang di kawasan luar (35 orang), dan pedagang di kawasan dalam (33 orang).

 

Ada pula tenaga kerja yang diserap untuk permainan kuda sebanyak lima orang, badut (20 orang), odong-odong (8 orang), dan pegawai THL 37 orang. Keberadaan istano juga menyerap banyak tenaga kerja untuk tukang parkir dan kegiatan pendukung lainnya.(musriadi musanif)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad