TANAH DATAR, POTRETKITA.net - Di Nagari Tapi Selo, Kecamatan Lintau Buo Utara, jamban cemplung sudah nol persen. Dengan sendirinya, kini kondisi rumah rakyat jauh lebih sehat. Itu pulalah salah satu pertimbangan, nagari itu dipercaya sebagai proyek percontohan.
“Ada beberapa keunggulan Nagari Tapi Selo dalam hal Gerakan Keluarga Tanggap dan Tangguh Bencana (GKTTB), menuju Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), di antaranya jamban cemplung sudah nol persen, setiap rumah sudah memiliki WC dengan septik tank dan air yang bersih,” kata Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra, pekan kemarin.
Lise mengatakan hal itu, saat memberi sambutan pada Monitoring dan Evaluasi Pilot Project Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana Nagari Tapi Selo Menuju PHBS, Jumat (19/8) di Ruangan Pertemuan Masjid Raya Nagari Tapi Selo.
Menurutnya, dari identifikasi capaian keluarga tanggap dan tangguh bencana itu, pada bidang kesehatan adalah soal peduli stunting, menuju PHBS, serta peduli kesehatan ibu dan anak. Sedangkan pada bidang pelestarian lingkungan hidup meliputi siaga kebakaran lingkungan, tanggap dan tangguh bencana alam, serta kepedulian terhadap lingkungan.
BACA PULA :
Sekeping Kisah tentang Pangek Simawang
Dalam hal perencanaan sehat, kata Lise, upaya yang dilakukan adalah menuju keluarga sehat berkualitas, keuangan sehat, dan mewujudkan keluarga sehat Pasangan Usia Subur (PUS).
“Mewujudkan itu semua, Nagari Tapi Selo yang kita jadikan sebagai pilot project dan di Kabupaten Tanah Datar. secara umum menuju masyarakat yang sehat dan berkualitas, maka perlunya komitmen bersama, terutama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait,“ ucapnya.
Ny. Lise mengatakan, dari hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke IX tahun 2021 di Jakarta, Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana ini merupakan Program Prioritas TP PKK pada Pokja IV, dan Tanah Datar masuk salah satu dari 9 kabupaten dan kota di Sumatera Barat yang lolos verifikasi menuju nasional yaitu Nagari Tapi Selo dengan Kategori Menuju PHBS.
“Pilot Project ini nantinya akan dituntaskan pada bulan Juni tahun 2024 mendatang, dan ini ditetapkan sudah beberapa bulan yang lalu. Intinya point yang sudah ditentukan pusat itu bisa diterapkan di Nagari Tapi Selo,” jelasnya.
Lise menyebut, perlu komitmen dan gerakan bersama mulai dari kabupaten, kecamatan, nagari dan jorong serta semua unsur masyarakat dibantu OPD, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial Dinas Perkim LH, BPBD, Dinas PUPR dan beberapa OPD lain.
Dia mengajak masyarakat dari hati ke hati dan dengan kesadaran sendiri paham, bahwa pola hidup bersih itu penting untuk kesehatan dan kita mulai meninggalkan kebiasaan BAB sembarangan atau di jamban (WC cemplung), serta menyadari pentingnya menjaga lingkungan yang bersih dan mengkonsumsi protein yang bersih dan sehat pula.
Wali Nagari Tapi Selo Genta Maulana Akbar sampaikan ucapan terima kasih, karena telah dipercaya sebagai Pilot Project Keluarga Tanggap dan Tangguh Bencana dan sebagai perwakilan Tanah Datar di Provinsi Sumatera Barat. “Ini akan menjadi tanggung jawab kita bersama dan pemerintahan nagari akan mendukung penuh kegiatan yang sudah dimulai dari bulan Juni yang lalu itu,” ucapnya.
Sementara Sri Mulyati, ketua Pokja IV TP PKK Tanah Datar dalam laporannya menyampaikan, kegiatan ini dilatarbelakangi dari upaya membentuk keluarga tangguh dan tanggap terhadap berbagai bencana, yang mengancam di lingkungan keluarga yang disebabkan faktor kesehatan, lingkungan dan perencanaan sehat yang tidak baik.(mus)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar