Sekeping Kisah tentang Pangek Simawang - Potret Kita | Ini Beda

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

15 Agustus 2022

Sekeping Kisah tentang Pangek Simawang


TANAH DATAR, POTRETKITA.net — Pangek. Satu dari ratusan ragam kuliner di Ranah Minang. Biasanya, pengek yang paling nikmat itu terbuat dari menu utama ikan air tawar.


Di Kabupaten Tanah Datar, primadona pangek itu ada di Nagari Simawang dan Nagari Sumpu di ujung selatan. Di ujung utara, persisnya di Nagari Barulak dan Tanjuang Alam, ada pula pangek lapuak.


Penyebutan nama pangek sebenarnya tidaklah baku. Terkadang disebut pangek ombilin, pada lain kesempatan dinamakan pangek simawang. Ada pula pangek sumpu.


Semuanya tak lepas dari nama daerah yang memproduksinya yang pada umumnya berada selingkaran Danau Singkarak, khususnya dalam wilayah Kecamatan Rambatan dan Kecamatan Batipuah Selatan.


Di Nagari Simawang, Ombilin adalah nama sebuah kejorongan yang ada di nagari tersebut, pangek yang amat populer adalah pangek ikan sasau yang dikombinasi dengan ikan bilih yang gurih.


“Cita rasanya khas. Setiap mampir di Danau Singkarak, saya selalu menjadikan pangek sebagai menu utama,” ujar Robin (57), seorang warga yang sedang menikmati kuliner siangnya di sebuah rumah makan pinggiran Danau Singkarak.


Adalah benar, pangek simawang merupakan andalan yang patut untuk dilestarikan dan terus dipromosikan. Selain karena cita rasanya yang aduhai, pangek juga menjadi mata pencaharian banyak warga di Simawang dan Sumpu.


Pangek itu terbuat dari ikan, kaya akan bumbu dan rempah. Ada cabai merah, bawang merah, bawang putih, ketumbar, asam kandis, dan berbagai bumbu lokal lain. Kendati sejumlah rumah makan di sepanjang Danau Singkarak masih menyediakan pangek itu, namun sudah mulai jarang ditemukan di meja makan keluarga.


Keberadaannya tergerus zaman dan makanan cepat saji. Padahal, selain nikmat, makanan tradisional semisal pangek simawang iu, juga sehat. Masyarakat Simawang tentu saja bangga.


Sejarah keberadaan pangek itu mungkin sejalan dengan lagu berjudul Pangek Sumpu. Tapi yang menjualnya kebanyakan adalah orang Simawang, terutama di Jorong Ombilin. Pemasarannya sampai ke Dumai, Pekanbaru, Jambi, dan Jakarta. Untuk dikirim jauh, pangek tidak diberi pengawet kimia, tetapi cukup dengan melebihkan garamnya saja.


Untuk memperkaya rasa, terangnya, bumbu dilengkapi dengan asam camin-camin atau ceremai, tidak memakai jeruk nipis.


Penasaran? Ayo berburu ke pinggiran Danau Singkarak di sepanjang Nagari Ombilin. Pangek simawang juga bisa ditemukan di pasar Kota Padang Panjang setiap Senin dan Jumat. Ada juga di Pasar Batusangkar setiap Kamis.(Musriadi Musanif/Wartawan Utama)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad