Oleh Jufri, S.Pd., M.I.Kom
(Ketua PDM Kota Tebing Tinggi, Guru, dan Penggiat Dakwah)
![]() |
| ilustrasi selidikkasus.com |
Belum Ada yang menuliskan secara lengkap kapan dan tahun berapa Muhammadiyah mulai berkembang pesat di Ujung Gading dan Tamiang, namun semenjak tahun 60 dan 70 sudah termasyhur Muhammadiyah dan amal usahanya, di antaranya sudah berdiri sekolah Mualimin Muhammadiyah yang mengelola pendidikan mulai dari Madrasah Ibtidaiyah sampai Aliyah.
Ada juga SMA dan SMP Muhammadiyah, bahkan ketika Pasaman belum dimekarkan, pusat Muhammadiyah Pasaman, berupa pimpinan daerah berada di Ujung Gading.
Keberadaan Muhammadiyah di Ujung Gading dan Tamiang sudah mewarnai budaya beragama masyarakatnya, terutama di Tamiang. Jika kita berada di sana, maka akan terasa suasana khas Muhammadiyah, oleh karena masjid-masjid dan sarana ibadah bercirikan khas Muhammadiyah. Bahkan kuburan masyarakat Tamiang dibangun dengan bentuk sangat sederhana, tanpa menggunakan baru dan semen.
![]() |
| JUFRI |
Sebagian besar masyarakat Ujung Gading dan Tamiang terdiri dari masyarakat Mandailing yang sudah berbaur dengan masyarakat lainnya. Kehadiran Muhammadiyah sudah dianggap sebagai bagian dari budaya religius masyarakat. Dibanding Muhammadiyah lainnya di Sumatera Barat, suasana keorganisasian juga lebih terasa di Ujung Gading dan Tamiang. Mungkin juga hal itu dipengaruhi cara dan budaya bermuhammadiyah di Sumatera Utara.
BACA PULA :
Guru dan Sahabat di Ujunggading
Akan sangat menarik jika ada penelitian dan tulisan yang membahas mengenai tema ini. Semoga Ke depan ada yang melakukannya. Silaturrahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni.***


Tidak ada komentar:
Posting Komentar