PADANG, potretkita.net - Untuk membantu meringankan beban para korban gempa bumi di Cianjur, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengirim paket bantuan dalam bentuk rendang siap saji.
![]() |
| FOTO UDARA KERUSAKAN BANGUNAN DAN TANAH LONGSOR (bnpb.go.id) |
BACA JUGA
- Bencana Lanjutan Gempa Cianjur Perlu Diwaspadai
- Presiden ke Cianjur Lewat Jalan Darat
- Sebanyak 271 Jenazah Telah Teridentifikasi
Bila tidak ada aral melintang, paket yang diberangkatkan Jumat (25/11) lewat jalur darat itu akan tiba di Cianjur, Provinsi Jawa Barat, pada Ahad (27/11) ini. Pemberangkatan rendang itu secara resmi dilakukan Gubernur Sumbar Buya H. Mahyeldi Ansharullah dan Kepala BPBD Sumbar Jumaidi.
Ilham Wahab, Kasie Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Sumbar yang turut mengawal pengiriman melalui jalur darat mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumbar melalui BPBD Sumbar telah mengumpulkan paket rendang dari beberapa OPD terkait, BUMN, lembaga, UMKM dan relawan masyarakat.
Dia memastikan, paket rendang yang dikirim tersebut memiliki ketahanan sampai satu bulan, sehingga sangat layak dikonsumsi secara langsung oleh warga terdampak. “Dari seluruh OPD di Sumatera Barat jumlahnya beragam. Ada yang 10 kilo, ada yang 20 kilo, ada yang 30 kilo. Ada dari BUMN, Baznas dan ada juga dari UMKM,” jelasnya, sebagaimana dirilis bnpb.go.id.
Pengiriman paket rendang untuk pemenuhan kebutuhan permakanan bagi warga terdampak bencana oleh Pemerintah Provinsi Sumbar, bukan menjadi yang pertama kalinya dilakukan. Sebelumnya, juga telah pernah dikirim bagi penanganan bencana yang terjadi di sejumlah wilayah seperti peristiwa Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru di Lumajang, bencana banjir dan longsor di Aceh, Bengkulu, Dumai, kemudian juga gempabumi dan tsunami di Palu dan sebagainya.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis foto-foto kehancuran rumah rakyat dan bangunan di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat pascagempa Magnitudo 6,5 pada Senin (21/11).
Foto itu dipublikasikan pada laman resmi bnpb.goid. Dari situ terlihat betapa dahsyatnya guncangan gempa. Rumah-rumah roboh, di beberapa titik ditemukan tanah longsor, dan dirilis mulai Jumat (25/11) siang.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebut, data yang dihimpun per Kamis (24/11), korban meninggal mencapai 272 orang, korban luka-luka 2.046 orang dan warga mengungsi 62.545 orang. Total rumah rusak 56.311 dengan rincian rusak berat 22.267 unit, rusak sedang 11.836 unit dan rusak ringan 22.208 unit.
Suharyanto mengatakan, 6.000 personel gabungan dikerahkan untuk fokus dalam melakukan pencarian korban hilang dan evakuasi warga terdampak.
POSKO
Laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberitakan, pemerintah provinsi 15 posko bencana gempa di Kabupaten Cianjur. Posko yang merupakan inisiasi dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil didirikan di 15 kecamatan di Kabupaten Cianjur.
Setiap posko masing-masing diisi oleh para relawan yang berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di lingkungan Pemdaprov Jabar. Tiap posko terdiri dari dua hingga lima OPD. Total jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang dikerahkan untuk 15 posko bencana gempa bumi Cianjur ini sebanyak 31.058 orang.
1. Kecamatan Cugenang
Leading sector: DBMPR
Anggota tim : Disparbud, BKD, DBMPR, DPMPTSP, Disdukcapil
2. Kecamatan Cianjur
Leading sector: DESDM
Anggota tim : Bakesbangpol, DPMD, DESDM, Biro Adpim dan Biro Hukum dan Hak Asasi Manusia
3. Kecamatan Warung Kondang
Leading sector: Disperkim
Anggota tim : Disperkim, Disnakertrans, Diskominfo, dan DKPP
4. Kecamatan Gekbrong
Leading sector: DKUK
Anggota tim : DKUK, Biro PBJ, Dispusipda dan DTHP
5. Kecamatan Pacet
Leading sector: Dinkes
Anggota tim : DKP, BPBD, Dinkes dan Sekretarian DPRD
6. Kecamatan Cilaku
Leading sector: Disdik
Anggota tim : Disdik, DP3AKB, dan Biro Organisasi
7. Kecamatan Karang Tengah
Leading sector: Dinsos
Anggota tim : Dinsos, Inspektorat Daerah, Dinas Pemuda dan Olahraga
8. Kecamatan Sukaresmi
Leading sector: Dishut
Anggota tim : BPSDM, Dishut, dan Biro PEMOTDA
9. Kecamatan Cipanas
Leading sector: DLH
Anggota tim : Badan Penghubung, DLH, dan Biro BIA
10. Kecamatan Mande
Leading sector: Disindag
Anggota tim : Dinas Perkebunan, dan Disindag
11. Kecamatan Sukaluyu
Leading sector: Biro Umum
Anggota tim : Biro Umum dan BPKAD
12. Kecamatan Cibeber
Leading sector: Satpol PP
Anggota tim : Satpol PP dan Biro Kesra
13. Kecamatan Bojong Picung
Leading sector: Bapenda
Anggota tim : Bapenda dan BP2D
14. Kecamatan Cikalong Kulon
Leading sector: Dinas SDA
Anggota tim : Dinas SDA dan Biro Perekonomian
15. Kecamatan Haurwangi
Leading sector: BAPPEDA
Anggota tim : Dinas Perhubungan, dan BAPPEDA.(mus)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar