TANAH DATAR, potretkita.net - Dalam rangka memantapkan eksistensi adat, buaya, dan pembinaan anak kemenakan, Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Sungai Tarab, dalam waktu dekat akan menghelat agenda batagak pangulu.
![]() |
| WABUP RICHI APRIAN BERDIALOG DENGAN WARGA NAGARI PASIE LAWEH |
"Ada 30 orang penghulu yang akan dilewakan. Ini merupakan bagian dari prosesi adat istiadat. Kalau bisa, kegiatan ini disandingkan dengan pesta rakyat yang digagas Pemkab Tanah Datar, misalnya satu nagari satu event," kata Walinagari Pasie Laweh Mukhtar Kiman.
Mukhtar mengatakan hal itu, saat menerima kunjungan Wakil Bupati Richi Aprian beserta instansi terkait, Rabu (21/12), di kantor walinagari setempat, dan dirilis Bagian Prokopim Setdakab Tanah Datar yang diakses dan dikutip pada Kamis (22/12).
Menurutnya, niniak mamak dan bundo kanduang sangat berperan dalam membentuk karakter anak kemenakan. Untuk itu, prosesi melewakan penghulu itu menjadi bagianpenting dalam membentengi Minangkabau, khususnya dari efek negatif globalisasi.
Wabup Richi dalam sambutannya mengatakan, kemajuan zaman saat ini sangat diperlukan peran orang tua, tokoh agama, niniak mamak dan pemangku kepentingan, karena dikhawatirkan, penguasaan teknologi globalisasi yang tidak terkontrol. berakibat buruk bagi generasi ke depan.
“Saat ini sudah terjadi ibu muda yang ditolong persalinannya, karena kondisinya yang belum memungkinkan untuk melahirkan, dan juga belum memahami persoalan bagaimana berumah tangga. Dikhawatirkan, itu juga akan mendorong meningkatnya angka stunting di Tanah Datar,” ucapnya.
Richi mengatakan, kasus stunting di Tanah Datar yang perlu penyelesaian dan upaya pencegahan segera. Hal itu termasuk program prioritas pemerintah daerah. Jika bayi di bawah dua tahun yang terindikasi stunting, kalau ditangani dengan baik, maka itu akan dapat dicegah.
“Anak-anak stunting yang tidak mendapatkan asupan gizi yang seimbang cenderung tumbuh kembangnya akan terhambat, kecerdasan emosional tertanggu dan ini dikhawatirkan akan menjadi masalah disaat Indonesia Emas di tahun 2045 yang mana bonus demografi mau tidak mau akan dihadapi,” ujarnya.(prokopimtd; ed. mus)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar