PADANG PANJANG, potretkita.net - Salah satu perempatan jalan di pusat Kota Padang Panjang, mulai dipadati kendaraan roda dua dan roda empat serta pejalan kaki yang berlalu lalang, Kamis (23/3) sore. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB, satu setengah jam jelang berbuka puasa.
BACA JUGA
- Musisi Religi Terpopuler Sepanjang Ramadhan
- Ribuan Anak di Padang Ikut Pesantren Ramadhan
- Walikota Lepas 81 Jamaah Umrah Rizkia Full Ramadhan
- Pemko Siapkan Ancaman Pidana untuk Pelanggar Aturan Ramadhan
- Talang Tangah Punya Tradisi Khusus dalam Menetapkan Awal Ramadhan
Usut punya usut, para warga tersebut rupanya tengah ngabuburit. Sembari menunggu waktu berbuka dengan cara baburu pabukoan (berburu kuliner) di pasar pabukoan yang ada di beberapa lokasi di Kota Serambi Mekkah itu.
Ngabuburit dengan berburu kuliner sudah menjadi tradisi Ramadhan. Kegiatan ini bisa dilakukan di Pasar Kuliner (Paskul), Pasar Pusat atau di pasar pabukoan dadakan yang khusus ada di bulan puasa. Acara ngabuburit tersebut membawa keberkahan tersendiri bagi pengunjung dan pedagang.
Di Paskul, misalnya, masih menjadi salah satu tempat favorit bagi para pecinta kuliner untuk mencari menu takjil berbuka pada puasa pertama hari ini.
Warga yang datang ke salah satu pusat pasa pabukoan ini, rela untuk mengantre. Berdiri menunggu takjil berbuka puasa yang dipesan selesai dan siap dibawa pulang untuk disantap bersama-sama dengan keluarga di rumah.
Masyarakat yang datang ke Paskul pun beragam. Mulai dari orang tua hingga kawula muda. Ada yang sambil berjalan kaki dan juga ada yang mengendarai sepeda motornya. Semuanya tampak bahagia mengitari Paskul untuk berburu menu berbuka puasa.
Jajanan yang biasanya disajikan adalah makanan dan minuman seperti kolak, gorengan, minuman dingin, es buah, jajanan pasar tradisional, aneka macam lauk pauk. Masih banyak lagi jajanan yang ditawarkan untuk memanjakan lidah para pembeli.
“Ini kan memang selalu kita tunggu karena hanya digelar selama bulan suci Ramadan. Selain membeli berbagai makanan dan minuman untuk buka puasa, suasananya ini yang membuat kita selalu kangen. Saya juga ingin mencari makanan-makanan yang unik," kata Aulia (25) warga Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat yang merupakan salah seorang pemburu takjil sore itu.
Tingginya minat warga berbelanja di Paskul memberikan berkah tersendiri bagi para pedagang yang membuka lapak berjualan di pasar tersebut.
Dengan kondisi ini, penjualan para pedagang di Paskul biasanya meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan penjualan di hari-hari biasa.(kominfopp/RIFKI MAHENDRA)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar