LUZON, POTRETKITA.net – Gempa bumi yang mengguncang Pulau Luzon, Filipina, Rabu (27/7/2022) pukul 07.43 WIB mengejutkan orang hingga ke Kota Manila, berjarak 330 kilometer.
![]() |
| Foto hallo.id |
Kepala Bidang Mitigasi Bencana Gempa dan Tsunami pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono menjelaskan, gempa itu berkekuatan magnitudo 7,1 yang kemudian di-udate menjadi 7,0 berpusat di Kawasan Abra. Versi BMKG, guncangan gempat adalah magnitudo 6,9.
“Gempa Luzon pagi ini merupakan jenis gempa dangkal, akibat aktivitas sesar aktif, dan diperkirakan diikuti banyak aktivitas gempa susulan. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempa ini memiliki mekanisme kombinasi geser-naik atau oblique thrust gault,” ujarnya.
Menurut Data Geologi AS, pusat gempa terdapat sekitar 11 km tenggara Kota Dolores pada kedalaman 10 km.
Berdasarkan laporan dari sumber tak resmi, gempa mengakibatkan terjadinya longsoran dan runtuhan batu dari perbukitan.
Daryono menjelaskan, Pulau Luzon memang termasuk daerah rawan gempa yang dalam sejarahnya telah menewaskan ribuan orang. Pada 30 November 1645, gempa di Luzon dengan magnitudo 7,5 menewaskan 600 orang, 20 Juli 1880 dengan magnitudo 7,6 juga menyebabkan banyak korban meninggal dunia.
Pada 16 Juli 1990, gempa magnitudo 7,7 menyebabkan 1.621 orang meninggal, sedangkan pada 22 April 2019, gempa magnitudo 6,1 mengakibatkan 18 orang tewas.
Sejumlah media merilis, gempa Magnitudo 7,1 tadi pagi, dua orang dilaporkan meninggal di Provinsi Benguet, satu orang di Provinsi Abra, dan satu lagi di provinsi lainnya.
Menteri Dalam Negeri Benjamin Abalos, sebagaimana dikutip reuters mengumumkan, sebanyak 60 orang mengalami luka, 173 bangunan rusak, dan 58 tanah longsor. Di Provinsi Abra ada 44 orang terluka. Pasien di sebuah rumah sakit di Provinsi Abra dievakuasi setelah sebagian bangunan runtuh, tetapi tidak ada korban yang dilaporkan di sana.
"Kami telah menerima laporan tentang musibah gempa 7.1 SR hantam Filipina dan memastikan untuk segera mengerahkan bantuan pada warga yang terdampak dan menjadi korban gempa tersebut,” jelas Presiden Ferdinand Marcos Jr di akun Facebooknya.(*/mus)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar