Ini yang Menyebabkan Harga Beras Beranjak Naik - Potret Kita | Ini Beda

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

27 Agustus 2022

Ini yang Menyebabkan Harga Beras Beranjak Naik

PADANG PANJANG, POTRETKITA.net Harga beras beranjak naik. Di tingkat petani, kini nilai jualnya mencapai Rp13.500/kg. Dikhawatirkan, dalam beberapa hari ke depan akan naik lagi.



“Harus ada usaha sistematis dan taktis. Bila pemerintah tak melakukannya, maka harga beras akan terus naik. Banyak kedai beras yang akan tutup lantaran sulit mendapatkannya,” kata Hendriko alias Mak Hend, seorang pedagang beras yang berbasis di Komplek Masjid Taqwa Muhammadiyah Kauman, Padang Panjang.


Menurut Mak Hend, merangkak naiknya harga beras dalam pekan ini, karena banyak faktor. Informasi yang didapat dari daerah-daerah penghasil beras di seputaran Gunung Marapi dalam wilayah Padang Panjang dan Tanah Datar, ujarnya, petani mengeluhkan besarnya biaya mengolah sawah, sehingga mereka memilih membiarkan saja terlebih dahulu sawah ditumbuhi rerumputan.


“Saat ini sawah rakyat di kawasan Rambatan, Gurun, Limo Kaum dan daerah lumbung padi lainnya banyak yang ditumbuhi rumput liar. Mereka tak berani turun ke sawah, karena ongkos produksi tinggi, karena pupuk dan insektisida bersubsidi sulit didapat,” katanya.


BACA PULA : 

Harga Beras dan Sejumlah Bahan Pangan Naik

Karung Beras Pelepas Rindu Perantau


Mak Hend menyebut, sedikitnya ada tujuh hal penting yang menyebabkan harga beras naik, yakni:

1.  Susahnya mendapatkan air dari jaringan irigasi

2. Susahnya mendapatkan bahan bakar solar dan pertalite untuk masin bajak dan mesin pengilingan (race milling) 

3. Susahnya mendapatkan tenaga kerja (buruh tani), karena banyak yang beralih profesi. 

4. Susahnya mendapatkan pupuk, kalau pun ada hanyalah pupuk nonsubsidi alias mahal.

5. Iklim yang tidak menentu atau cuaca ekstrim

6. Hama tikus yang mulai mengganas di daerah-daerah tertentu.

7. Tingginya permintaan beras Sumbar untuk memenuhi kebutuhan Riau dan Jambi, sehingga para toke besar berani membayar mahal hasil pertanian di Sumbar, untuk mereka jual lebih mahal lagi di sana.


“Jika pemeritah tidak segera turun tangan terhadap persoalan ini, maka ketahanan pangan di Sumbar bisa terancam. Akan banyak kedai beras yang tutup sementara, karena tak kebagian pasokan dagangan,” sebutnya.(mus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad