Ratusan Pandu HW se-Sumbar Ikuti Perkemahan Besar - Potret Kita | Ini Beda

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

26 Agustus 2022

Ratusan Pandu HW se-Sumbar Ikuti Perkemahan Besar

PADANG, POTRETKITA.net - Ratusan pandu Hizbul Wathan Muhammadiyah (HW) se-Sumatera Barat, Jumat-Ahad (26-28/8), mengikuti perkemahan besar tingkat pengenal. Kegiatan dipusatkan di Tiger Camp Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

DRS. H. APRIS, MM

Ketua Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Wilayah Sumatera Barat Drs. H. Apris, MM menjelaskan, kegiatan diikuti para pelajar sekolah-sekolah Muhammadiyah se-Sumbar. “Jumat (28/8) siang dibuka Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), tapi para peserta atau qabilah sudah berdatangan sejak pagi.  Pendaftaran kita terima sejak 08.00-13.00 WIB,” sebutnya.


Apris yang juga merupakan tokoh Muhammadiyah Sumbar itu menjelaskan, selama mengikuti kegiatan, para peserta tingkat pengenal mengikuti berbagai perlombaan kecakapan, dan agenda lainnya yang sudah ditetapkan panitia perkemahan besar. Kemah besar HW tingkat Sumbar ini juga dihadiri Ketua Kwartir Pusat HW Drs. Hendro Widyo, MM.


Lomba yang akan diikuti para peserta selama berada di perkemahan mencakup kepanduan morse, pionering (membuat gerbang 20 tongkat), tadabur alam, shalat jenazah, P3K, MTQ dan Yel-yel HW Per Regu.


Kepanduan HW merupakan organisasi otonom Muhammadiyah yang sesungguhnya sudah eksis sejak 1918. Mulanya bernama Padvinder Muhammadiyah dengan ketua pertama H. Muchtar WK, Wakil Ketua H. Madjid, Sekretaris Somodijardjo, Keuangan Abdul Hamid, Organisasi Siradj Dahlan serta Komando Syarbini dan Damiri.


Hizbul Wathan artinya Pembela Tanah Air. Nama itu digunakan menggantikan Padvinder Muhammadiyah yang sudah dipakai sejak 1920. HW menolak  bergabung dengan perkumpulan kepanduan Hindia Belanda NIPV.


Dalam perjalanan sejarahnya kemudian, Pandu HW berkiprah besar dalam usaha merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia, dengan mendayakangunakan segenap potensi bangsa, khususnya yang berada di lingkup Persyarikatan Muhammadiyah.


Panglima Besar Jendral Soedarman yang dikenal sebagai Bapak Tentara Nasional Indonesia (TNI), menurut Apris, adalah kader dan alumni HW.


Menurut Apris yang tercatat pernah menjadi anggota DPRD Sumbar itu, kini gerakan HW semakin eksis di Sumatera Barat. Seluruh sekolah Muhammadiyah di wilayah ini sudah memiliki gerakan kepanduan HW, sebagai sebuah ‘istitusi wajib’, tidak saja di sekolah, pesantren, dan madrasah, tetapi juga perguruan tinggi.


“Lewat perkemahan besar ini, kita berupaya memotivasi anggota HW untuk terus meningkatkan keterampilan, sehingga mampu menunaikan tugas dengan baik, dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah,” ujarnya.(mus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad