TANAH DATAR, POTRETKITA.net - Beberapa penari menyita perhatian. Penonton seakan terpaku menyaksikan gerak demi gerak yang dipertontonkan. Ada sangkar burung, juga! Semua tampil mempesona pada Festival Pesona Barulak.
Bukan saja tari sangkar burung. Pada ajang itu juga ada pawai Adat Sepanjang Hayat, Pawai Pangek Lapuak, penampilan randai dari Luak Agam, Luak Limo Puluah dan Luak Nan Tuo, Barulak Bakureta Santai, Sumbar Talenta, pentas seni Nagari Barulak, Saluang Oyak dan Kim.
Ya! Iven pariwisata yang berbasis di nagari, kembali dihelat di Kabupaten Tanah Datar. Kali ini, kegiatan dilaksanakan di Nagari Barulak, Kecamatan Tanjung Alam, Sabtu (25/9). Berbagai atraksi anak nagari pun memukau pengunjung.
Kegiatan yang dikemas dalam Satu Nagari Satu Iven itu, dibuka secara resmi oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra. Tujunnya adalah menggali kembali potensi seni budaya anak nagari, sehingga bisa dikelola menjadi iven pariwisata. Muaranya adalah terjadinya peningkatan transaksi yang akan meningkatkan pendapatan masyarakat.
"Ada prosesi pengembalian sejarah dengan peletakan batu balai barundiang suku. Katanya ini merupakan sejarah yang lama hilang dan dibangkitkan kembali. Hal seperti inilah salah satu tujuan Progul ini, agar bisa pembelajaran juga bagi anak cucu dan generasi muda di nagari," katanya.
BERITA TERKAIT
- Pesona Arak-arakan 1000 Kain Panjang
- Rp1,95 Miliar Uang Beredar dari Tiga Iven Festival
- Festival Rakyat di Andaleh Baruah Bukik Berakhir dengan Sejuta Kenangan
- Semarak Festival di Tanah Datar Sepanjang Tahun
- Beragam Karya Tenun dan Ukir Memukau di Pandai Sikek Festival
Bupati mengatakan, lebih dari itu, tambah Eka, Progul Satu Nagari Satu Event tentunya juga memberikan multiplier effect bagi berbagai sektor masyarakat. Tujuan lain dari Progul ini, imbuhnya, adalah menggairahkan dan menghidupkan lagi sektor pariwisata di nagari, baik itu pariwisata adat, budaya ataupun wisata alam, menggerakkan perekonomian masyarakat melalui produk UMKM yang ada di nagari,serta memacu sanggar seni dan budaya untuk aktif.
Dalam pelaksanaan kegiatan untuk mendukung progul ini, ungkap Eka, juga mampu memupuk rasa kebersamaan seluruh elemen masyarakat yang ada di nagari untuk turut menyukseskan event yang diangkat dan ditampilkan.
"Karena atas kerjasama semua pihak Nagari Barulak, mulai dari Pemerintah Nagari, BPRN, KAN, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Pemuda, Bundo Kanduang, perantau dan seluruh lapisan masyarakat serta OPD terkait bersama tim Kurator, Saya haturkan terima kasih dan apresiasi menyukseskan kegiatan festival ini sebagai bentuk dukungan terhadap Progul Satu Nagari Satu Event," ujarnya.
Menurut bupati, Nagari Barulak memiliki beberapa keunggulan serta potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang bisa dimanfaatkan secara maksimal.
Nagari Barulak, tegasnya, merupakan pintu masuk masyarakat luar ke Tanah Datar yang memiliki kekayaan kuliner pangek ikan lapuak, punya produk UMKM Sangkar Burung, juga ada pengobatan patah tulang serta memiliki agro wisata Boncah Raya. Kesemuanya sudah terkenal dan mampu memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat, menjadi daya tarik yang sangat menjanjikan jika dikelola dengan baik dan maksimal," tukas Eka.
Ketua Pelaksana Festival F. Dt. Mangiang Sati menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Daerah atas dukungan dan menjadikan Nagari Barulak salah dari 14 Nagari yang melaksanakan Progul Satu Nagari Satu Event tahun 2022.
"Atas nama masyarakat, Saya menyampaikan ucapan dan ungkapan terima kasih kepada Pemda atas kepercayaannya. Ini menjadi sejarah bagi Nagari Barulak karena baru kali ini menyelenggarakan event sebesar ini," sampainya.
Di kesempatan itu, dia juga menyampaikan ucapan terima kasih juga atas dukungan semua pihak di nagari, mulai dari Pemerintah Nagari bersama unsurnya, tokoh masyarakat, perantau dan masyarakat nagari Barulak.
Wali Nagari Barulak M. Dt. Bandaro Bodi mengatakan, pelaksanaan Festival Pesona Barulak telah mampu menampilkan berbagai potensi pariwisata, adat dan budaya di Nagari Barulak.
"Pelaksanaan Progul Pemerintah Daerah telah mampu membangkitkan semangat, baik itu emerintah Nagari, Ninik Mamak, Perantau dan masyarakat untuk menghidupkan kembali apa yang telah lama hilang, salah satunya adalah Batu Barundiang Suku di jorong Koto Tuo," katanya.
Ke depan, tambah M. Dt. Bandaro Bodi, Pemerintah Nagari siap mendukung pelaksanaan event yang sama di tahun depan. (musriadi musanif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar