Info Simpang-siur Soal Gagal Ginjal Akut Hanya akan Bikin Gaduh - Potret Kita | Ini Beda

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

23 Oktober 2022

Info Simpang-siur Soal Gagal Ginjal Akut Hanya akan Bikin Gaduh

PADANG PANJANG, POTRETKITA.net - Banyaknya informasi yang beredar dan simpang-siur hanya akan membikin gaduh, baik informasi dari media massa maupun media sosial tak jarang membuat kegaduhan.


Aggota Komisi IX DPR RI H. Suir Syam mengatakan, perbedaan persepsi, cara penyampaian dan pemahaman penerima informasi terkadang justru menuai perdebatan. Hal ini terjadi, katanya, juga dengan penyebaran informasi yang berkaitan dengan kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) yang merebak akhir-akhir ini. 


Walikota Padang Panjang dua periode itu menyarankan, masyarakat agar langsung berkonsultasi dengan tenaga kesehatan alih-alih mencari informasi dari dunia maya. Menurutnya, terlalu banyak menerima informasi justru bisa membuat masyarakat dilanda ketakutan. Masyarakat diharap tetap tenang, tidak gelisah dan tetap mengikuti panduan yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan maupun Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).


“Di media sosial masih banyak yang berlebihan sehingga menyebabkan orang-orang takut. Jadi bagi masyarakat, itu tidak usah banyak-banyak pikir, banyak-banyak pertimbangan, bawa saja anaknya ke fasilitas kesehatan. Kita punya kartu BPJS, sehingga bisa ke puskesmas, di rumah sakit, ditangani oleh orang yang ahli dengan penyakit. Jangan bertindak sendiri-sendiri, jangan beli obat sendiri-sendiri. Itu aja himbauan untuk masyarakat,” jelasnya, sebagaimana dirilis laman resmi DPR.go.id, yang diakses dan dikutip pada Ahad (23/10) pagi.


Politisi Fraksi Partai Gerindra itu mengimbau agar masyarakat tidak berinisiatif membeli obat-obatan tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, terutama setelah meningkatnya kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal pada anak secara misterius.


Suir Syam juga mendorong masyarakat untuk tak ragu membawa anak-anak yang  menunjukan gejala penyakit tersebut ke fasilitas kesehatan, terlebih saat ini mayoritas masyarakat Indonesia telah menjadi peserta BPJS.


“Jadi kita mengimbau ke masyarakat kalau ada gejala-gejala anak-anak demam, batuk, diare, segera saja bawa ke fasilitas kesehatan. Kita sudah peserta BPJS semua, jadi jangan beli obatnya sendiri. Kita kan punya ahli, ahlinya kan ada di fasilitas kesehatan jadi kita menghimbau masyarakat jangan panik tapi segera bawa anaknya ke fasilitas kesehatan, itu yang terbaik yang paling aman untuk masyarakat,” imbau dokter yang pernah memimpin beberapa puskesmas dan rumah sakit ini.


Suir Syam meminta kepada kepada Kementerian Kesehatan dan pihak terkait, untuk menenangkan masyarakat dengan secara aktif memberikan informasi dan panduan yang terpercaya. 


”Makanya kita harus segera, pertama menenangkan masyarakat dulu supaya masyarakat tenang, supaya jangan gelisah. Kemudian kita harus memberikan panduan. Dalam hal ini Kemenkes melalui Dirjen Pelayanan Kesehatan telah mengeluarkan edaran baik ke pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi, pemerintah daerah dan seluruh fasilitas kesehatan tata cara menanggulangi kalau ada ditemukan kasus gagal ginjal akut pada anak, itu sudah diberikan oleh panitia kesehatan,” ujar Legislator Dapil Sumatera Barat I itu.


Dia juga berharap agar Puskesmas dapat melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, pelayanan yang baik dapat mencegah masyarakat untuk membeli obat sendiri, selain itu juga bisa ikut menumbuhkan kepercayaan kepada fasilitas kesehatan di Indonesia.(*/mus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad