Satres Narkoba dan Dinkes Datangi Apotek dan Toko Obat - Potret Kita | Ini Beda

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

23 Oktober 2022

Satres Narkoba dan Dinkes Datangi Apotek dan Toko Obat

PADANG PANJANG, POTRETKITA.net - Guna menindaklanjuti edaran Kementerian Kesehatan dan lembaga terkait lainnya, jajaran Satres Narkoba Polres besama Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang, mendatangi apotek dan toko obat yang ada di kota itu.

"Umumnya pengusaha apotek dan toko obat sudah memisahkan obat-obat yang ditarik itu," kata Kepala Dinas Kesehatan Faizah, Sabtu (22/10), di sela-sela kegiatan monitoring obat-obatan yang diperjualbelikan di apotek dan toko obat tersebut.


Faizah menjelaskan, kedatangan pihaknya bersama Satuan Reserse Narkoba Polres itu, berkenaan dengan adanya peningkatan kasus gangguan ginjal akut progressif apitikal yang terjadi pada anak usia 0-18 tahun. Kepada apotek dan toko obat, tuturnya, diminta dan diimbau untuk sementara tidak menjual obat bebas atau bebas terbatas, dalam bentuk sirup kepada masyarakat.


"Mereka diminta agar tidak menjual obat sirup, di antaranya Termorex sirup, Flurin DMP sirup, Unibebi Cough sirup, Unibebi demam sirup, dan Unibebi demam drops. Obat ini sudah ditarik peredarannya oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)," sebutnya, sebagaimana dikutip dari rilisan Dinas Kominfo Kota Padang Panjang, yang diakses dan dikutip pada Ahad (23/10) pagi.


Dikatakan, pada umumnya pihak apotek sudah memisahkan obat sirup yang diumumkan mengandung etilen glikol dan dietilen glikol.


"Kita sosialisasi dan edukasi kepada pemilik dan pegawai apotek dan toko obat, agar sementara juga tidak menjual obat sirup lainnya yang sejenis  kepada konsumen, sampai ada hasil penelitian yang menyatakan obat sirup lainnya aman. Kalau ada masyarakat atau konsumen yg minta, silakan arahkan berobat ke puskesmas, dokter praktek atau RS. Lebih baik kita waspada sebelum terlambat," ucapnya.


Selain itu, Faizah menerangkan, pada dasarnya tidak semua demam pada anak harus minum obat penurun panas. Bisa dengan kompres hangat yang ditaruh pada dahi, lipat paha dan ketiak anak, atau manfaatkanlah tanaman obat di halaman rumah. Kalau demamnya berlanjut datanglah ke puskesmas atau hubungi dokter untuk bisa diberikan obat berupa tablet yang digerus.


BACA JUGA 


Untuk di Provinsi Sumatera Barat, Faizah mengatakan, sudah ada 19 kasus, 12 diantaranya meninggal dunia, dua dinyatakan sembuh, dan 5 lainnya masih menjalani perawatan. Di Padang Panjang sampai saat ini belum ada ditemukan kasus tersebut, namum masyarakat diimbau harus tetap waspada.


Kasat Resnarkoba Polres Padang Panjang AKP Yaddi Purnama menjelaskan, timnya bersama Dinkes sudah mendatangi 12 apotek dan satu toko obat yang ada wilayah hukum Padang Panjang.


"Sebelumnya Polres melalui Resnarkoba sudah melakukan koordinasi dengan Dinkes terkait surat edaran Kemenkes. Saat mengunjungi apotek dan toko obat tersebut, ada beberapa jenis obat yang memang kita minta penjual untuk menyimpan dan tidak memperjualbelikannya untuk sementara waktu, sampai adanya pengumuman dari pemerintah sesuai dengan peraturan perundang-undangan," katanya.(diskominfopp/dega; ed. mus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad