CIANJUR, potretkita.net - Pergerakan angka korban manusia, setelah gempa bumi magnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, terus bertambah. Hingga pukul 19.00 WIB, Senin (21/11), sudah 62 orang meninggal dunia.
![]() |
| BNPB |
BACA JUGA :
- Banyak Rumah Warga Cianjur Rubuh Akibat Gempa
- Korban Meninggal Akibat Gempa Cianjur Sudah Tercatat 46 Orang
Sementara itu, petugas gabungan masih berupaya memberi pertolongan terhadap sedikitnya 25 orang yang dikabarkan tertimbun reruntuhan bangunan di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang. Di desa ini juga ditemukan 79 orang korban luka-luka dan menjalani perawatan di rumah sakit.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada akun twitternya menjelaskan, terdapat 5.389 warga desa yang mengungsi di beberapa titik pengungsian.
Sementara untuk kerusakan infrastruktur, di Kabupaten Cianjur sendiri tercatat sebanyak 2.272 rumah rusak, 1 unit pondok pesantren rusak berat, 1 RSUD Cianjur rusak ringan, 4 unit gedung pemerintah rusak, 3 unit sarana pendidikan rusak, 1 unit sarana ibadah rusak. Gempa juga menyebabkan longsor yang menutup jalan lintas provinsi di Kabupaten Cianjur.
Selain di Kabupaten Cianjur, kerusakan infrastruktur juga tercatat di Kabupaten Bogor sebanyak 46 rumah rusak, Kabupaten Sukabumi 443 rumah rusak, dan di Kota Sukabumi sebanyak 14 unit rumah rusak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih terus melakukan pendataan terkait jumlah korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.
Sementara untuk kebutuhan mendesak di lapangan yaitu 20 unit tenda, alat berat untuk evakuasi, 10 unit penerangan, 100 unit velbed, dan bahan bakar minyak.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr. Daryono mencatat, gempa susulan masih dirasakan di lapangan meski dengan kekuatan lebih kecil dari gempa sebelumnya. Hingga pukul 19.00 WIB, tercatat 62 kali gempa susulan dengan magnitudo bervariasi antara M1,5 hingga M4,2.
BNPB malam ini menyiapkan tenda pengungsi sebanyak 47 tenda untuk mendukung kebutuhan darurat warga terdampak. Selain itu, sudah disiapkan bantuan logsitik berupa sembako dan barang pemenuh kebutuhan utama senilai Rp500 juta.
Pantauan di lapangan, saat ini sebagian masyarakat mendirikan tenda di halaman rumah masing-masing. BNPB mengimbau kepada masyarakat jika kondisi rumahnya terdampak gempa, dapat mengungsi di tempat pengungsian yang telah disediakan.
Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan, rumah warga yang alami kerusakan berat, sedang maupun ringan akan diberikan bantuan dari pemerintah.
“Rumah yang alami kerusakan akan dibangun kembali oleh pemerintah,” ungkap Suharyanto saat memberikan keterangan persi di Jakarta pukul 16.30 WIB, sebagaimana dirilis pada laman resmi bnpb.go.id yang diakses dan dikutip Senin (21/11) pukul 21.45 WIB.(mus)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar