TANAH DATAR, potretkita.net - Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupaten Tanah Datar menggelar Musyawarah Daerah (Musyda) ke-12, Kamis (24/11), di Gedung Nasional Batusangkar.
BACA JUGA
- Nilai-nilai Adat Minangkabau Semakin Luntur
- Masalah Dapat Selesai dengan Pendekatan Adat Budaya
- Nilai-nilai Budaya Minangkabau Ada dalam SRA
- Tanah Datar dalam Pusaran Radikalisme
Ketua Panitia Pelaksana Hardi Siswan Dt. Marah Bangso mengatakan, salah satu agenda musyda itu adalah memilih kepengurusan LKAAM periode 2022-2027.
“Jumlah peserta yang hadir saat ini, sebanyak 297 orang. Terdiri dari Pengurus LKAAM Tanah Datar, Ketua LKAAM Kecamatan, KAN se-Tanah Datar dan undangan lainnya,” ujarnya.
Bupati Tanah Datar Eka Putra dalam sambutannya mengatakan, sebagai permusyawaratan tertinggi di lingkungan LKAAM Tanah Datar, musyda ini diharapkan mampu menghasilkan keputusan secara bermusyawarah, bersama semangat demokratis yang tinggi.
“Keputusan-keputusan yang baik dalam musyda ini, bahwa ke depan kelembagaan LKAAM dan Kerapatan Adat Nagari (KAN) mampu menjadi inovator serta motivator dalam melestarikan keberadaan adat dan budaya di luhak nan tuo ini,” ujarnya.
Eka mengatakan, LKAAM tidak lepas dari peranan ninik mamak sebagai pemangku adat di nagari, sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Tanah Datar Nomor 4 Tahun 2008 tentang Nagari. “Peran LKAAM sangat kita harapkan dalam merangkul anak kamanakan, untuk kembalinya tatanan adat serta budaya yang luhur, melalui musyawarah dan mufakat, bajanjang naik batanggo turun,” ujarnya.
Bupati mengingatkan, perkembangan teknologi yang disalahgunakan, berdampak pada perilaku generasi muda saat ini. Dari sanalah, muncul permasalahan bagi tatanan kehidupan masyarakat, terutama dalam bidang adat dan budaya.
Sementara itu, Ketua Umum LKAAM Sumatera Barat Fauzi Bahar Dt. Nan Sati juga berharap, musyda menghasilkan pimpinan LKAAM Tanah Datar yang mampu membawa masyarakat ke arah lebih baik.
“Musda ke XII LKAAM Tanah Datar dilahirkan secara musyawarah dan mufakat, sebagai ciri masyarakat Minangkabau itu sendiri. Pepatah mengatakan bulek aia dek pambuluah, bulek kato dek mupakaik, nan bulek samo kito golongkan, nan picak samo kito layangkan,” ujarnya.
Ketua LKAAM Tanah Datar Pengganti Antar Waktu (PAW) Arisno Dt. Andomo mengatakan satu tahun enam bulan menjabat, LKAAM Tanah Datar terus berupaya berbenah, sebagaimana funsgi LKAAM di tengah-tengah masyarakat.
“Siapa pun yang akan mengemban amanah sebagai Ketua LKAAM Tanah Datar, hendaknya terus menjaga kekompakan yang sudah terjalin selama ini. Mudah-mudahan LKAAM Tanah Datar terus membawa kebaikan bagi masyarakat,” ujarnya.(prokopimtd; ed. mus)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar