PADANG PANJANG, potretkita.net - Ratusan putra putri Kota Padang Panjang menerima Anugerah Hafidz dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat. Total hasil seleksi, Selasa-Kamis (22-24/11), ada 384 orang.
BACA JUGA
- Dari Kampung Alquran Menuju Kabupaten Tahfidz
- Enam Nagari Tercatat Sebagai Rumah Berstiker Hafiz Terbanyak
- Hafidz Cilik 30 Juz Asal Sumbar Semarakkan Wisuda Tahfidz di Sungai Penuh
- Wisuda 347 Hafidz dari MTsN Padang Panjang Meriah
- Wabup Ungkap Niat Jadikan Tanah Datar Jadi Negeri Para Hafidz
Menurut Ketua Baznas Kota Padang Panang Syamsuarni, anak-anak yang dinyatakan lolos seleksi itu menerima hadiah yang diserahkan Wakil Walikota Asrul. Para pemenang Anugerah Hafiz 2022 itu, ujarnya, dibagi menjadi empat kategori. Kategori satu juz didapat 226 pemenang, Kategori dua juz 85 pemenang, Kategori 3 juz 51 pemenang, dan Kategori 5 juz 22 pemenang.
Para pemenang, imbuhnya, diberi hadiah berupa medali, piagam penghargaan, dan uang tunai. Untuk 1 juz Rp500 ribu/orang, 2 juz Rp750 ribu/orang, 3 juz Rp1 juta/orang, dan 5 juz Rp1.250.000/orang. Terjadi peningkatan jumlah peserta dibanding tahun sebelumnya.
"Tahun lalu acara ini diikuti peserta sekitaran 242. Tahun ini pada pendaftaran awal ada 803 orang. Setelah verifikasi administrasi, lolos sebanyak 784 orang yang berasal dari TPA/TPSQ, TK, SD, SMP dan SMA se-Kota Padang Panjang. Ada kenaikan peserta 300 persen dibanding tahun lalu,” ungkapnya, sebagaimana dirilis Dinas Kominfo Kota Padang Panjang.
Selain lomba, menurut Syamsuarni, kegiatan ini juga dalam rangka memetakan potensi penghafal Alquran di Padang Panjang, sehingga memudahkan proses pembinaan yang dibutuhkan ke depan. Semoga dengan adanya kegiatan ini, katanya, juga dapat mendorong dan memotivasi para siswa untuk bersemangat menghafal Alquran.
Saat memberi sambutan, Wawako Asrul mengatakan, Pemko mengapresiasi Baznas yang telah menggelar kegiatan Anugerah Hafiz ini, karena dipandang salah satu strategi menumbuhkan motivasi anak untuk lebih peduli terhadap kitab suci Alquran.
Menghafal Alqu’an, tegas Asrul, bukanlah akhir tapi awal untuk menjadi sebaiknya umat. "Menghafal Alquran itu mudah bagi yang mau menghafalnya, namun yang berat adalah memelihara hafalannya," sebutnya.
Asrul juga berpesan untuk tetap melanjutkan dan meningkatkan terus hafalannya, karena menghafal kitab suci, juga merupakan hal yang paling mulia. Selain memiliki banyak keutamaan di akhirat, Allah SWT juga berjanji menaikan derajat mereka yang hafal Alquran dibanding para hambanya yang lain.(diskominfopp; ed. mus)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar