TANAH DATAR, POTRETKITA.net - Sekitar 68 ribu warga Sumatera Barat berasal dari Sunda, menyebar di sejumlah kota kabupaten. Di Kabupaten Tanah Datar, konsentrasinya terbilang cukup banyak di Nagari Kotobaru, Kecamatan X Koto.
![]() |
| Bupati Eka Putra berfoto selfie bersama warga Tanah Datar asal Sunda. |
Maman dan Didin mengatakan hal itu, Ahad (24/4) malam, saat menyampaikan laporan kepada Bupati Tanah Datar Eka Putra yang berkunjung ke Mushalla Nurul Ikhlas Jorong Koto, Nagari Kotobaru, dalam agenda kunjungan Tim Safari Ramadhan 1443 H. Di mushalla itu, jamaah terbanyaknya adalah anggota PWS.
PWS di Kotobaru menyampaikan terima kasih kepada bupati, karena telah melakukan kunjungan ke mushalla itu, sebagaimana diutarakan Dede Sukandar selaku Dewan Kekeluargaan Masjid (DKM) mushalla tersebut.
Dede menyebut, warga PWS Kotobaru mendukung program-program pembangunan yang diusung pemerintah daerah. Dia pun berharap, program unggulan (progul) yang akhir-akhir ini cukup menggema, bisa pula sampai kepada mereka.
“Kami sudah mendengar informasi tentang progul yang dilakukan bapak bupati. Warga PWS Kotobaru berharap bisa pula menikmati program itu, terutama di bidang pertanian yang digeluti sebagian besar warga asal Sunda di lereng-lereng Gunung Marapi ini,” katanya.
Kalau melihat penyebab kami sampai ke sini, ujarnya, tentu tidak bisa dilepaskan dari usaha untuk meningkatkan taraf hidup. Itu pulalah sebabnya, kata dia, mereka juga berharap dukungan dan bantuan dari pemerintah daerah, terutama di bidang pendidikan dan pertanian.
Bupati Tanah Datar Eka Putra, saat memberi sambutan menegaskan, kendati warga PWS Kotobaru berasal dari Sunda, akan tetapi lantaran sudah bermukim dan memiliki administrasi kependudukan Kotobaru, maka otomatis mereka adalah juga warga Tanah Datar yang berhak atas pelayanan pemerintah daerah, baik berbentuk program pembangunan maupun fasilitas lainnya.
Warga Tanah Datar yang menjadi anggota paguyuban PWS ini, sebut bupati, diharap bisa pula tersentuh progul, khususnya di sektor pertanian seperti bajak gratis, Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP), Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS), Makan Rendang di Tanah Datar, dan Satu Rumah Satu Hafidz.
“Ada sepuluh progul yang sudah ditetapkan, beberapa di antaranya telah mulai dilaksanakan. Program mencakup bidang pertanian, peternakan, agama, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Progul Makan Rendang di Tanah Datar yang merupakan singkatan dari Program Maksimalkan Pemberantasan Rentenir agar Hilang di Tanah Datar juga sudah mulai dilakukan,” jelas Eka, yang dikutip dan diakses pada Rabu (27/4), dari publikasi Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab Tanah Datar.
Eka menyebut, bila warga sudah terjerat rentenir, maka mereka akan kesusahan karena bunganya sangat tinggi. Dalam program Makan Rendang, jelasnya, pinjaman diberikan tanpa agunan dengan suku bunga tiga persen setahun. Maksimal pembiayaan yang diberikan Rp10 juta.
“Silahkan datang ke Bank Nagari yang sudah ditunjuk, tapi berkoordinasi dulu dengan walinagari atau camat,” kata bupati.(musriadi musanif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar