BAGIAN PERTAMA DARI DUA TULISAN
(Dosen Universitas Ibnu Chaldun Jakarta)
MUDIK dalam pengertian bahasa kembali ke pangkalan pertama, karena dalam mengaliri sebuah sungai, mengikuti arus aliran sungai dinamakan dengan hilir, dan kembali melawan arus aliran sungai dinamakan dengan mudik.
Dapat pula dimaknai sebagai mengayuh perahu ke arah hulu sungai. Dalam konteks ini, mudik dinamakan dengan pulang ke kampung halaman, tempat kelahiran, ke tempat leluhur berasal.
Marga atau suku tertentu mencari tanah leluhur yang pertama yang menjadi asal usul dari sebuah marga atau clan tertentu dari suku bangsa. Nasution satu diantara marga yang ada di daerah mandailing, berasal dari Tuanku nan Sakti di Mandailing Godang Panyabungan Mandailing Natal Sumatera Utara. Suku Jambak di Minangkabau ada yang mengatakan berasal dari Mongolia ada juga yang mengatakan berasal dari Campa Thailand yang datang menyelurusuri aliran sungai di Sumatera Barat.
Manusia senantiasa penasaran dengan garis keturunan dan leluhurnya. Sehingga muncul disiplin ilmu antropologi, menyelidiki, mengkaji dan membahas tentang seluk beluk unsur-unsur manusia, fisik, fisiologis, budaya, dan gerak kehidupannya dalam berinteraksi dengan lingkungan.
Garis keturunan, nasab seseorang haruslah jelas, sehingga menjadi aib di tengah masyarakat, bila seseorang tidak mengetahui ranji keturunannya. Boleh jadi, disebut dengan anak di luar nikah, tidak jelas siapa bakonya (kata orang Minangkabau), tidak jelas siapa ayahnya, sekalipun ada yang mengaku ayah, boleh jadi direkayasa sedemikian rupa dalam rangka menutupi aib keluarga, seperti cerita dalam novel Andrea Herata yang berjudul AYAH, Sabari yang dinikahkan dengan Marlena, karena Marlenanya sudah hamil.
Beda dengan ayah yang dikarang oleh buya Hamka yang menceritakan tentang jejak langkah perjuangan ayah beliau inyiak DR sebagai tokoh pembaharuan pemikiran Islam di Minangkabau. Demikian juga ayah yang ditulis oleh Irfan yang menceritakan perjalanan hidup Buya Hamka semenjak kecil dari Padangpanjang sampai menjadi tokoh Nasional yang dihormati oleh semua kalangan.
Ranji atau garis turunan itu sangat penting. Hal ini sangat istimewa dalam peradaban Arab, turunan itu sangat rapi dan lengkap. Sehingga cepat terbaca siapa dia mengapa dia dan mau apa yang akan diperbuatnya untuk masa depan. Hal inilah satu diantara peradaban Arab yang sangat diakui dunia, sangat menjaga garis keturunan, sangat menghormati tamu yang datang ke rumah, sebagai bentuk wujud penghormatan terhadap manusia dan kemanusiaan setara.
Manusia merupakan makhluk sosial, antar individual terhubung satu sama lainnya dalam motivasi dan kepentingan yang berbeda-beda. Kepentingan sosial, kepentingan ekonomi, kepentingan budaya dan kepentingan politik. Tidak ada satu individu yang eksis dalam menjalankan hidup di bagian tertentu di muka bumi ini. Interaksi dan komunikasi kebutuhan utama manusia dalam melangsungkan hidup, meningkatkan taraf hidup, dan menguatkan ikatan antar individu dalam jalinan komunitas.
Komunitas manusia terbentuk berbasis interaksi dan relasi antar individual yang dikemas dalam berbagai kebutuhan dan kepentingan. Diantara kepentingan utama adalah menjaga hubungan primordialisme, hubungan kekerabatan, pertemanan, dan kesejarahan antar manusia. Kenangan dimasa anak-anak, kenangan dimasa remaja dan kenangan di tengah keluarga inti di masa kecil. Inilah bentuk mudik dalam perspektif sosiologis yang dilakukan oleh para pemudik setiap tahun.
Manusia merupakan makluk yang diciptakan Allah SWT dari Adam AS. Seperti yang dinyatakan Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 30: “Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat “Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi” mereka berkata “Apakah engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memujiMu? Dan menyucikan nama-Mu Dia berfirman “Sungguh Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”
Manusia secara general, keseluruhan dari berbagai suku dan berbagai bangsa mempunyai keturunan yang sama dari Nabi Adam AS yang di tugaskan oleh Allah SWT menjadi khalifah di bumi. Khalifah dalam pengertian pengganti, boleh jadi menggantikan makhluk yang dulunya pernah ada diciptakan Tuhan, tetapi gagal karena melakukan pertumpahan darah seperti yang dinukilkan oleh malaikat.
Khalifah juga dapat diartikan sebagai mandataris Allah SWT untuk menjaga, mengelola, dan memanfaatkan potensi yang ada di bumi dengan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan dan kesejahteraan. Manusia diberikan potensi keilahian berupa akal dan nurani yang dapat membuat pertimbangan dan mempertanggungjawabkan segala putusan yang dihasilkan oleh akal tersebut, di tengah kehidupan ini dan dihadapan Allah SWT kelak di hari kemudian.
Untuk kematangan akal itu, manusia semenjak kecil perlu dididik, ditempa dan dibina agar menjalankan akal secara baik, kuat, lurus dan proporsional.
Haram segala benda atau perbuatan yang akan merusak akal, karena akal kesucian yang diperuntukkan Allah SWT buat manusia, untuk menjadi kekuatan utama dalam rangka mempertahankan kehidupan di muka bumi dan saat-saat tertentu kembali kepada-Nya, membawa semua hasil karya akal itu dihadapan Allah baik yang berupa kebaikan maupun yang tidak baik. Semuanya dipilah, diukur, ditimbang, dinilai dan diberikan rewot dan punishment atau ganjaran kebaikan dan balasan kejelekan.(BERSAMBUNG)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar