PADANGPANJANG, POTRETKITA.net - Walikota Padangpanjang H. Fadly Amran mengaku takjub dengan prestasi yang diraih MAPK. Tahun ini, sebanyak 38 tamatan madrasah tersebut, berhasil lolos melanjutkan pendidikan ke Mesir.
![]() |
| H. Fadly Amran |
MAPK adalah singkatan dari Madrasah Aliyah Program Khusus, bagian dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Padangpanjang yang kampus utamanya terletak di Kotobaru, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. Tapi untuk MAPK, kampusnya berada di kawasan Islamic Center Padangpanjang.
Walikota juga menyebut, Islamic Center dapat menjadi media mengaplikasikan pendidikan di MAPK. Kita dari pemerintah kota, imbuhnya, terus mendorong agar MAPK mampu mencetak calon-calon ulama. Saat ini kami juga telah menyiapkan program beasiswa untuk siswa berprestasi dan kurang mampu yang ingin melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah.
Sebelumnya, Kepala MAPK Agustamam menjelaskan, sebanyak 38 alumni MAPK Padang Panjang melanjutkan pendidikan ke Mesir. Hal tersebut menjadi salah satu misi utama di MAPK. Hingga saat ini, Agustamam menyebut, sekolahnya sudah banyak melahirkan alumni yang sukses, terutama dalam bidang pendidikan keulamaan. Setiap tahun lulusan MAPK banyak yang melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah, seperti Mesir, Yaman, Sudan, Maroko dan Madinah.
“Alhamdulillah tahun ini kami telah mengirim 38 alumni MAPK untuk melanjutkan pendidikan di Timur Tengah. Untuk saat ini sudah ada sekitar 100-an alumni MAPK yang sedang memperdalam ilmu agama di Timur Tengah,” ungkap Agustamam, sebagaimana dikutip dari rilis Dinas Kominfo Kota Padangpajang, yang diakses pada Jumat (22/4) sore.
Dikatakannya, alumni MAPK sudah banyak yang berkiprah di pemerintahan, perguruan tinggi, legislatif, pesantren dan ormas Islam seperti MUI. Dan tidak kalah pentingnya, alumni MAPK tersebar di seluruh wilayah nusantara terutama sebagai ulama dan mubaligh.
“Sistem pendidikan boarding school merupakan faktor utama keberhasilan pendidikan MAPK. Santri digembleng selama 24 jam. Pagi belajar sampai pukul 15.00 WIB, kemudian sesudah Salat Ashar dilanjutkan dengan program tutorial dan matrikulasi hingga pukul 17.30 WIB,” tutur Agustamam.
Program tutorial ini, lanjutnya, bertujuan memantapkan penguasaan bahasa Arab dan kitab kuning siswa sebagai persiapan melanjutkan studi ke Timur Tengah.
“Sesudah Salat Magrib dilanjutkan pula dengan kegiatan Qiraatul Qutub, matrikulasi, khutbah bahasa Arab, Inggris dan Indonesia, studi kitab Hadis Riyadhus Shalihin, Tahfidzul Quran hingga pukul 21.00 WIB,” ujarnya.
Selain itu, saat ini MAPK juga mendapatkan bantuan tenaga pengajar yang didatangkan langsung dari Timur Tengah untuk mempersiapkan siswa-siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah.
“Alhamdulillah, karena hasil yang bagus dari setiap alumni MAPK yang berada di Mesir, kota mendapat kehormatan dengan didatangkannya tenaga pengajar ke MAPK ini. Kita menjadi saja salah satu dari tujuh MAN yang mendapat tenaga pengajar langsung dari Mesir,” katanya.***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar