PADANGPANJANG, POTRETKITA.net - Ada banyak penyebab stunting, selain faktor gizi juga lantaran jarak melahirkan terlalu rapat. Idealnya, janganlah melahirkan lebih dari satu kali dalam dua tahun.
Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), sebutnya, bayi yang lahir dalam dua tahun lebih dari satu di Kecamatan Padang Panjang Barat (PPB) sebesar 71 persen, sedangkan di Kecamatan Padang Panjang Timur (PPT) sekitar 28 persen.
Kepada camat dan lurah, Dian meminta mengaktifkan kader Bina Keluarga Balita (BKB), mengedukasi masyarakat agar tidak ada lagi yang melahirkan bayi dalam dua tahun, lebih dari satu. Lantaran mengakibatkan kurangnya pemenuhan gizi anak, sehingga berisiko stunting.
"Kalau si ibunya punya anak lagi dalam dua tahun, tentu gizi anak pertama dan kedua tidak ada yang kuat," ujarnya.
Tingkat pendidikan masyarakat, lanjut Dian, perlu menjadi perhatian. Jangan ada anak yang putus sekolah di Padang Panjang. Hal ini mempengaruhi kecerdasan dan pola pikir. Saat menjadi orang tua, dikhawatrikan mereka yang tidak bisa merawat dan melindungi anak dari risiko stunting.
BACA JUGA : Angka Stunting di Tanah Datar Masih Tinggi, Sedikitnya 2.736 Anak Terdeteksi Menderita Stunting
Sementara itu, Wakil Walikota H. Asrul selaku ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Padangpanjang menyampaikan, kasus stunting tidak berdiri sendiri. Banyak sekali variabel dan faktor yang perlu dibicarakan.
"Beberapa hal yang perlu dalam audit stunting ialah cakupan dan kualitas surveilans rutin, pendampingan keluarga, atau pelayanan spesifik dan sensitif kepada kelompok sasaran yang harus dikawal bersama," ujarnya, sebagaimana disiarkan Dinas Kominfo Kota Padangpanjang yang dikutip dan diakses pada Rabu (13/7) malam.
Mengidentifikasi potensi terjadinya kasus stunting, sebut Wawako Asrul, sasaran yang perlu mendapat perhatian yaitu calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas, baduta dan balita. "Sehingga diketahui penyebab masalah dan kendala yang dihadapi dalam penanganan kasus stunting itu," katanya.
Pelaksanaan audit stunting, imbuhnya, memperhatikan pelibatan masyarakat, keterbukaan informasi dan bebas benturan kepentingan. Semua pihak dapat mendukung dan membantu menyukseskan percepatan penurunan stunting, khususnya di Kota Padangpanjang yang kondisi angka prevelensi stuntingnya cukup tinggi.(mus)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar