Dana APBD Mengendap di Bank Rp35 Triliun Lebih - Potret Kita | Ini Beda

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

27 Agustus 2022

Dana APBD Mengendap di Bank Rp35 Triliun Lebih


MEDAN, POTRETKITA.net - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menyerukan, bupati dan walikota akan memercepat serapan anggran. Dia juga mempertanyakan, untuk apa dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mengendap di bank.



Per 3 Agustus 2022, katanya, total dana APBD mengendap di bank sebesar Rp35,4 triliun, terdiri dari APBD kabupaten kota kota Rp28 triliun dan provinsi Rp7,4 triliun.


"Saya minta ini segera dipercepat. Untuk apa dana itu diendapkan di bank. Tolong dipercepat serapannya, agar inflasi di Sumut ini terus terkendali," ucapnya, saat membuka Rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama Forkopimda dan Bupati Walikota se-Sumut, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal  Sudirman Nomor 41 Medan, Kamis (25/8).


 

Hadir di antaranya, Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut Doddy Zulverdi, Kajati Sumut Idianto, Plt Kepala Kanwil DJPb Provinsi Sumut Heru Pudyo Nugroho, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Arief Sudarto Trinugroho, serta Bupati dan Walikota se-Sumut.


Edy menyampaikan, pada Juli 2022, secara tahunan tekanan inflasi Sumut meningkat sebesar 5,62 persen, lebih tinggi dari inflasi nasional sebesar 4,94 persen. Inflasi bulan Juli terjadi karena peningkatan harga cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan juga angkutan udara. 


Adapun penyebab kenaikan harga cabai dan bawang merah, karena terjadinya penurunan produksi dari dalam maupun luar, akibat anomali cuaca, kenaikan harga pupuk dan sebagian cabai merah terdistribusi ke luar Sumut akibat adanya disparitas harga.


"Apabila pada lima bulan ke depan kita tidak bisa menurunkan inflasi pada sasaran target Inflasi, maka ini menjadi ancaman serius bagi perekonomian Sumut," ungkapnya, sebagaimana dikutip dari rilisan Dinas Kominfo Sumut pada laman sumutprov.go.id, yang diakses pada Sabtu (27/8).


Edy meminta bupati walikota untuk segara mencari solusi dalam mengendalikan inflasi ini, karena bupati walikota merupakan pimpinan daerah yang memiliki kewenangan dalam penggunaan anggaran. Selain itu, Edy juga mengingatkan, pentingnya percepatan serapan APBD kabupaten kota untuk mengatasi inflasi tersebut.


Kepala Perwakilan BI Sumut Doddy Zulverdi menyampaikan, perkembangan ekonomi Sumut terus tumbuh pada triwulan II Tahun 2022 yakni sebesar 4,70 persen (yoy) lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya.


"Penopang utama pertumbuhan ekonomi Sumut ini pada konsumsi rumah tangga sebesar 50,64 persen dan ini yang tertinggi, lalu disusul oleh konsumsi pemerintah, pertanian, industri, perdagangan, konstruksi dan real estate," ucap Doddy.


Perekonomian Sumut juga mulai pulih dan semakin membaik, hal tersebut menurutnya, tercermin pada meningkatnya mobilitas masyarakat yang dapat mendorong peningkatan konsumsi. Peningkatan konsumsi masyarakat juga terkonfirmasi melalui peningkatan keyakinan konsumen dan indeks penjualan ril. 

Hasil liaison BI juga mengkonfirmasi adanya potensi peningkatan permintaan domestik dan ekspor di tengah kenaikan biaya bahan baku, serta energi sebagai dampak krisis global yang terus berlanjut.(mus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad