Kubu Gadang Mesti Terus Berinovasi - Potret Kita | Ini Beda

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

14 September 2022

Kubu Gadang Mesti Terus Berinovasi


PADANG PANJANG, POTRETKITA.net - Tim Pendampingan dan Pengembangan Desa Wisata (TP2Dewi) Sumbar, Bundo Wati menyarankan, pengelola Desa Wisata Kubu Gadang untuk terus menggali dan memaksimalkan semua potensi yang ada, sehingga dapat terus berkembang.


Menurutnya, dengan adanya Desa Wisata Agro ini, efek domino yang ditimbulkan akan sangat bagus yang akan menyentuh kepada masyarakat. Dengan catatan, Desa Wisata Agro harus mendahulukan kebersihan.


“Pariwisata itu harus bersih. Kalau kita saat ini sudah launching Desa Wisata Agro itu, yang harus dijual dahulu adalah kebersihan dan kerapian. Kalau sudah menjaga dua hal ini, nantinya akan lahir desa-desa wisata yang indah dan nyaman. Karena promosi desa wisata harus bicara soal kebersihan dahulu,” katanya.


Bundo Wati juga mengapresiasi Desa Wisata Kubu Gadang yang awalnya dipelopori langsung para pemuda-pemudi yang tinggal di kawasan tersebut.


“Sebagaimana kita ketahui, para pemuda-pemudi di sini sudah mulai membangun desa wisata sejak 2014 silam. Berkat kebersamaan dan semangat yang dimiliki itu, kini Kubu Gadang ini telah mampu unjuk gigi. Baik bersaing di antara desa wisata yang ada di Sumatera Barat dan Indonesia pada umumnya,” sebutnya.


BERITA TERKAIT


Untuk itu ia berharap kepada para pengelola dan warga sekitar untuk terus berkembang, berinovasi dengan menonjolkan semua potensi yang ada. Jangan cepat puas dengan apa yang telah dicapai.


“Teruslah berkembang untuk menjadi desa wisata yang lebih baik ke depan. Jangan cepat puas. Gali semua potensi yang ada. Sehingga dapat menambah daya tarik para pelancong untuk datang ke sini. Tatkala orang sudah ramai ke sini, efek domino juga akan sangat luar biasa khususnya bagi para pelaku UMKM lokal yang ada,” ulasnya.


Sementara itu, Deputi Pengembangan Bisnis ICCN dan Brand Activator Dr. Satria Haris menyebutkan, dalam pengembangan Desa Wisata Agro yang paling penting diperhatikan, adalah bagaimana pengelola desa wisata bisa mem-branding desa wisatanya dengan baik. 


"Kunci dari Desa Wisata Agro ini adalah monetize (menghasilkan uang). Di mana kita bisa menghasilkan nilai ekonomi dari desa tersebut," ujarnya saat menjadi narasumber Sosialisasi Pengembangan Wisata Agro di Sumbar yang digelar dalam rangkaian Launching 50 Desa Wisata Agro se-Sumbar di Desa Wisata Kubu Gadang, Selasa (13/9).


Haris menyebutkan, pengelola wisata harus bisa lakukan pemasaran yang bikin penasaran. Sehingga masyarakat tergerak untuk mengunjungi Desa Agro Wisata.


Setelah peluncuran ini, katanya, setiap desa wisata sudah harus memikirkan aktivasi apa yang akan dilakukan. Harus memikirkan lagi bagaimana cara mengonversi hasil pertanian  bisa menjadi nilai ekonomi yang berlipat ganda.


"Kita Sumbar beruntung memiliki keunikan dari daerah lain. Kita memiliki budaya yang khas. Ini bisa kita manfaatkan dengan baik ke depannya," tutur Haris.


Selain Haris, tampil sebagai narasumber Wakil Gubernur Sumbar, Dr. Ir. Audy Joinaldy, S.Pt, M.Sc, M.M, IPM, ASEAN.Eng Datuak Rajo Pasisia Alam, Pemerhati Pertanian Sumbar, Ir. Djoni, Ketua Tim Pendampingan dan Pengembangan Desa Wisata (TP2 Dewi) Sumbar, Muhamad Zuhrizul, S.E.


Wagub Audy menyebutkan, setiap kabupaten/kota harus memiliki keunggulan pariwisata yang dimilikinya. Karena variasi wisata di Sumbar masih banyak yang perlu dikembangkan lagi. "Jika wisatanya berkembang, tentu akan banyak wisatawan mengunjungi dan dengan sendirinya ekonomi akan tumbuh," ujarnya.


Sedangkan Djoni menyampaikan, wisata agro adalah penggabungan antara pertanian dan pariwisata. "Kita memiliki mimpi besar, yaitu orang belanja di desa tapi harga kota. Wisata Agro fokusnya adalah bidang pertaniannya. Jadi perlu perhatian khusus dari dinas terkait untuk ini," sebutnya.(diskomonfo pp; ed. mus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad