Sejumlah Komoditas Pangan Alami Penurunan Harga - Potret Kita | Ini Beda

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

13 Februari 2023

Sejumlah Komoditas Pangan Alami Penurunan Harga

PADANG PANJANG, potretkita.net - Sejumlah komoditas bahan pangan di Pasar Pusat Padang Panjang pada pekan kemari mengalami penurunan harga, sementara sebagian komoditas lainnya ada juga yang naik.


Informasi yang dirilis Dinas Kominfo Kota Padang Panjang menjelaskan, komoditas yang mengalami penurunan harga itu adalah daging ayam broiler dari Rp26.375/kg menjadi Rp26.250/kg, cabai hijau dari Rp36.250/kg menjadi Rp35.000/kg, cabai rawit dari Rp48.750/kg menjadi Rp45.625/kg, cabai merah dari Rp60.000/kg menjadi Rp55.625/kg, bawang merah dari Rp34.125/kg menjadi Rp33.750/kg.


Berikutnya, kacang kedele dari Rp14.500/kg menjadi Rp14.000/kg, jagung pipilan dari Rp7.500/kg menjadi Rp7.250/kg, sawi bola dari Rp7.000/kg menjadi Rp6.000/kg, Ikan kembung dari Rp70.000/kg menjadi Rp67.500/kg. 


Sedanfkan komoditas yang mengalami kenaikan harga di antaranya telur ayam ras naik dari Rp1.800/butir menjadi Rp1.825/butir, bawang putih dari Rp28.375/kg menjadi Rp27.875/kg, susu kental manis dari Rp12.000/kaleng  menjadi Rp12.500/kaleng, ikan asin teri dari Rp81.250/kg menjadi Rp82.500/kg, ketela pohon dari Rp6.000/kg menjadi Rp6.500/kg, dan terong dari Rp8.000/kg menjadi Rp10.000/kg.


Melalui rilis itu, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdako Padang Panjang Putra Dewangga menjelaskan, pada pekan kedua Februari 2023 itu tercatat 51 komoditas pangan strategis menjadi sasaran pemantauan yang dilakukan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM bersama Dinas Pangan dan Pertanian.


Dari pemantauan itu, terdapat 15 komoditas yang mengalami fluktuasi, baik penurunan harga maupun kenaikan harga.

 

"Pergerakan naik terjadi pada lima komoditas karena mulai banyaknya pasokan komoditas di pasar, sehingga dapat memenuhi permintaan pasar yang menyebabkan turunnya harga pada komoditas. Dan sebaliknya, pada 10 komoditas terjadi kenaikan harga yang disebabkan berkurangnya pasokan komoditas di pasar sehingga tidak dapat memenuhi permintaan pasar," jelasnya.(diskominfopp; ed. mus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad