Karung Beras Pelepas Rindu Perantau - Potret Kita | Ini Beda

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

04 Juli 2021

Karung Beras Pelepas Rindu Perantau

BAGI warga Muhammadiyah di Kota Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat, aktivis Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) ketika masih berstatus sebagai pelajar ini, dapat dikatakan tak ada lagi yang belum kenal. Dari Batipuah hingga Tambangan, dari Singgalang hingga Malalo, dia sudah lama dikenal sebagai imam di masjid dan muballigh.


Tapi sebagai seorang juragan beras, mungkin baru sebagian yang tahu. ''Beras Gunuang bareh terbaik, terletak di antara Gunung Marapi, Singgalang dan perbukitan. Sumber Air yang cukup untuk mengairi sawah, sehingga beras harum, lembut, daya tahan lebih lama dan enak,'' ujarnya berpromosi.


Dia memang fokus hanya memperdagangkan beras yang dibeli langsung dari petani, terutama di seputaran Kota Padang Panjang. Beras yang dihasilkan dari persawahan rakyat dengan sumber mata air dari sekitaran Gunung Marapi dan Singgalang tersebut, memang sudah lama dikenal dan banyak digemari warga dan perantau asal Minangkabau.


Bila dulu pemasarannya hanya fokus di Kota Padang Panjang, maka kini sudah tembus ke Kota Gunung Sitoli, Provinsi Sumatera Utara. Ada ratusan jiwa yang berasal dari Malalo yang menjadi pelanggan berasnya. Karena itu pulalah alasan, kenapa di karung beras yang dia perdagangkan ditambahkan tulisan: Malalo Mangaji. Tulisan di karung beras itu pulalah menjadi pelepas rindu perantau terhadap kampung halamannya.


Itulah HENDRIKO yang akrab disapa MAK HEND. Dia kini jadi pedagang beras handal dan berpeluang untuk tumbuh besar. Foto-foto pendamping tulisan ini menjadi JEPRET MOMEN Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Padang Panjang Batipuh X Koto tersebut, saat mempersiapkan beras yang akan dia kirim ke Kepulauan Nias tersebut.(mus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad