UMKM Alami Penurunan Produksi, tapi Kita Harus Tetap Semangat - Potret Kita | Ini Beda

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

05 Juli 2021

UMKM Alami Penurunan Produksi, tapi Kita Harus Tetap Semangat

PEKANBARU, POTRETKITA -- Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terganggu pandemi Covid-19. Selain menurunnya produktivitas, wabah ini juga menyebabkan turunnya daya beli masyarakat terhadap produk-produk usaha tersebut.

Ketua Dekranasda Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra dan Pengurus Dekranasda Provinsi Riau Leni Marlina, membatik di sela-sela silaturahim.

Kendati demikian, menurut Ketua Dekranasda Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, Ny. Lise Eka Putra, pelaku usaha di sektor UMKM harus tetap semangat, dan tidak boleh berputus asa.


‘’Dampak pandemi Covid-19 ini sangat luar biasa, tetapi kita tak bolehputus asa. Harus tetap semangat. Sesungguhnya, hampir seluruh usahaperekonomian mengalami penurunan produksi dan pendapatan. Mari sama kitadoakan, semoga wabah ini cepat berlalu,’’ ujar Lise, saat berkunjung ke Dekranasda Provinsi Riau, medio pekan kemarin.


Menurutnya, dalam situasi pandemi saat ini, berbagai aktivitas masyarakat terganggu, tetapi aktivitas harus tetap berlangsung agar perekonomian tidak lumpuh. Salah satu solusi yang sudah ditetapkan pemerintah, imbuhnya, yaitu konsisten dan disiplin menerapkan protokol kesehatan pada seluruh aktifitas.


“Tidak hanya di Provinsi Riau, di Sumatera Barat pun sama.Khusus di Kabupaten Tanah Datar ada usaha UMKM seperti songket dan membatik, khususnya batik tanah liek, usaha mereka juga terdampak karena rendahnya daya beli masyarakat, jika ada yang membeli itu hanya pesanan, kalau tidak ada yang memesan para pekerja tidak akan bekerja”, jelasnya.


Ny. Lise menyebut, di Kabupaten Tanah Datar banyak juga terdapat UMKM yang bergerak di bidang tenun songket dan membatik dengan motif-motif kuno. Kini, usaha kerajinan itu kembali diangkat dengan tujuan melestarikan kebudayaan yang sudah turun-temurun.


“Di Tanah Datar juga ada pusat pelatihan tenun (sentra tenun) guna terus melestarikan tradisi menenun ini, yang sudah ratusan tahun lahir di tengah-tengah masyarakat Tanah Datar Luhak Nan Tuo. Untuk itu, kami mengundang Dekranasda Provinsi Riau berkunjung ke tempat kami, agar bisa juga menyaksikan langsung, bertukar informasi dan pengalaman dengan pengrajin yang kita bina, serta melihat peluang kerjasama,” ujarnya.


Pengurus Dekranasda Provinsi Riau Leni Marlina mengatakan, di Provinsi Riau kegiatan Dekranasda ini juga baru kembali digiatkan. Sebelumnya sempat vakum di masa pandemi covid-19 dan ini atas inisiasi ketua Dekranasda Provinsi Riau yang baru.


“Kegiatan Dekranasda Provinsi Riau ini juga baru kembali digiatkan, dan itu belum semua kegiatan pembinaan yang dapat dilakukan, namun kita berharap ini kembali menggeliat dan tetap berupaya bagaimana kegiatan IKM dan UMKM dapat berkembang,”ucapnya.


Untuk motif batik, disampaikan Leni, seperti payung sekaki, bunga kincung,bunga teratai, anggrek, jeruju dan motif baru yaitu motif corona.(rel/mus) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad