JAKARTA, POTRETKITA.net - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPA) Dr. Jasra Putra, M.Pd., mendesak semua elemen masyarakat dan pemerintahan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama untuk kawasan di luar Jawa dan Bali, jangan sampai telat lagi dalam menangani anak-anak yang menjadi yatim, piatu, atau yatim piatu lantaran orangtua mereka meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.
Komisioner KPAI Dr. Jasra Putra, M.Pd. |
Jasra menyebut, temuan tiga anak yang menjadi piatu di Depok setelah ibunya meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19, jangan sampai terjadi lagi. Anak itu, sebutnya, masih butuh sosok ibu karena baru berusia lima tahun, satu setengah tahun, dan bayi berusia satu bulan sepuluh hari.
BACA JUGA 70 Persen Virus Corona Varian Baru Ancaman Bagi Anak, KPAI: Anak-anak Karyawan Rumah Sakit Paling Terancam Covid-19, Membantu Ortu Prioritas, Bermain Adalah Bonus
Menurut Jasra, saat ini kita dihadapkan dengan data sebelas ribu anak terpapar Covid-19. Untuk itu, sebutnya, harus ada upaya masif, serentak, gerak cepat dan tepat, sehingga dapat dilakukan antisipasi dari awal, baik antisipasi penanganan anak yang menjadi yatim piatu maupun antisipasi agar anak tidak terpapar.
Kemudian, imbuhnya, situasi yang terbilang berat ini juga harus diantisipasi dengan cara percepatan vaksin anak di luar Jawa dan Bali, begitu pun lingkungan di mana anak berada, yaitu para orangtua harus segera divaksin, agar anak-anaknya terlinddungi.
BACA JUGA Pasien Covid-19 yang Meninggal Meningkat Tajam
''Memang kita akui, belum ditemukan vaksin untuk anak di bawah umur 12 tahun. Jadi kuncinya ada di orang tua yang mau melindungi anaknya di masa pandemi ini. Agar menekan angka anak meninggal akibat Covid-19 yang sudah menyentuh angka 771 anak. Mari antisipasi dari penularan Covid-19 terhadap anak-anak di luar Jawa dan Bali,'' ucapnya.(MUS)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar