Burung Punai Menghilang - Potret Kita | Ini Beda

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

14 Mei 2022

Burung Punai Menghilang

Oleh Dr. Suhardin, S Ag., M Pd.

(Dosen Universitas Ibnu Chaldun Jakarta) 


KEANERAGAMAN HAYATI
(biodiversity) adalah kekuatan alamyah. diciptakan Tuhan untuk menopang keberadaan antar makhluk ciptaan-Nya, wujud dari rabbul alamien, mencipta, mengatur dan menguasai sekalian alam. Masing-masing spesies dari makhluk saling ketergantungan untuk kelangsungan kehidupannya, di dalam wadah, habitat yang bernama hutan.


Hutan kekayaan luar biasa yang diberikan Allah kepada bangsa Indonesia. Hutan sumber kehidupan, masyarakat nelayan, dalam pembuatan kapal motor, alat penangkapan ikan, banyak menggunakan sumber dari hutan. Penyusunan kapal motor, semua bahan komponennya diambil dari hutan, sehingga ada beberapa pengusaha kapal motor, terkadang dengan modal kerja dua karung beras sudah mampu menyusun kapal motor, sebagai cikal bakal armada penangkapan ikan. 


Masyarakat dalam pembuatan rumah, tempat ibadah, dan fasiltas umum, semua diambil dari hutan. Para pengrajin pembuatan keranjang dan berbagai jenis kreatifitas warga, untuk keperluan pengeringan dan pengolahan ikan, pada umumnya bahan baku bersumber dari hutan, dalam bentuk rotan dan beberapa jenis kayu.


Hutan memberikan kesejahteraan kepada masyarakat di sekitarnya. Masyarakat dapat menikmati air sungai bersih dan bening, dari mata air yang dikeluarkan oleh hutan. Masyarakat menikmati nyamannya alam, tidak ada badai, topan dan longsor, karena hutan mengatur iklim dengan baik dan terjadwal. 


Iklim yang baik dan terjadwal memberikan rahmat bagi sekalian yang ada disekitarnya dengan munculnya aneka musim buah-buahan. Pergantian musim barat dan musim timur, kiriman serbuk sari teratur dengan baik, menghasilkan musim buah-buahan. Keteraturan iklim membuat temperatur air laut tersirkulasi dengan lancar, menghasilkan peredaran jenis ikan yang terjadwal pada tempat tertentu, sesuai dengan kadar temperatur air laut, hal memberikan manfaat bagi para nelayan. Nelayan dapat mempetakan dan menjadwalkan zona penangkapan ikan dengan baik dan teratur. 


Seiring dengan perambahan hutan oleh para peng-peng, dalam bentuk Hak Penguasaan Hutan (HPH), transmigrasi, dan perkebunan, membuat hutan hilang, berganti dengan pemukiman baru dan perkebunan kelapa sawit. Berbagai spesies tidak dapat ditemukan lagi.


Burung Punai yang menjadi kesenangan warga, karena keindahan dan kemolekan rupanya, serta kegurihan dagingnya, sampai saat ini, tidak mudah lagi mendapatkannya. Pada tempat-tempat tertentu, jenis burung ini sudah diketegorikan punah. Burung punai, genus burung berukuran sedang, tergolong famili Columbidae, bersaudara dengan merpati. Punai hidup dan beraktifitas di pohan, memakan buah-buahan, sering ditemukan di hutan mangrove, hutan sekunder dan rawa-rawa.


Dari penelitian pencinta satwa, ada tiga belas jenis dari spesies ini; punai bakau, punai besar, punai flores, punai gading, punai gagak, punai kecil, punai lengguak, punai pengantin, punai salung, punai siam, punai sumba, punai timor, dan punai pandora.


Penggundulan hutan dan pengalihan fungsi lahan, membuat spesies ini sukar ditemukan. Kepunahan jenis burung ini, penyebab utamanya, hilangnya hutan, baik hutan primer, sekunder di sekitar pemukiman warga, ditambah juga kebiasaan warga yang suka untuk mengekpolitasi jenis burung dalam bentuk pemeliharaan dan sekaligus juga penyiksaan.


Manusia akibat kehobiaan terhadap suara burung, menikmati keindahan penampilan burung, cendrung memeliharanya dalam sangkar. Memeliharanya dengan baik, tatkala kehobian dan kesenangannya masih bersemayam dalam dirinya, tetapi tatkala sifat itu sudah menghilang, akibat kesibukan dirinya, burung nyaris tidak diurus dengan baik, sehingga makhluk ciptaan Tuhan tersebut, tersia-siakan, mati di dalam sangkar.


Manusia memang luar biasa sarakahnya, dalam berbagai level, pada level atas, menghabiskan habitat makhluk hidup, pada level bawah menguasai kehidupan makhluk hidup. Semoga kita kembali ke kehidupan yang benar, menjaga semua ciptaan Tuhan dengan sebaik-baiknya.(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad