Peta Politik Sumbar Berubah Setelah Fadly Amran Pimpin Nasdem - Potret Kita | Ini Beda

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

27 Juli 2022

Peta Politik Sumbar Berubah Setelah Fadly Amran Pimpin Nasdem

PADANG PANJANG, potretkita.net - Kabar mengejutkan beredar sejak Rabu (27/7) sore hingga tengah malam. Banyak yang kaget, setelah sejumlah media online memberitakan, H. Fadly Amran Dt. Paduko Malano dipercaya menjadi ketua Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Provinsi Sumatera Barat.

H. Fadly Amran Dt. Paduko Malano

Surat Keputusan (SK) pengangkatan Fadly ditandatangani Ketua Umum Surya Paloh, diserahkan Ketua DPP Nasdem Aditya Willy, dan turut disaksikan Wasekjen Bidang OKK Dedi Ramanta, dan Wasekjen Bidang Pemenangan Pemilu Jakfar Sidik.


Apakah ini menjadi pertanda, pada pemilihan kepala daerah 2024 Fadly akan meninggalkan Kota Padangpanjang, lalu mendayung bahtera menuju Sumbar 1 atau Sumbar 2? Maju untuk pemilihan gubernur Sumbar atau wakil gubernur.


Sebenarnya, setahun belakangan isu tentang Fadly akan menuju Sumbar 1 atau Sumbar 2 sudah santer juga terdengar. Apalagi, kepercayaan demi kepercayaan terus diberikan kepada walikota muda nan enerjik ini, untuk memimpin berbagai organisasi kemasyarakatan tingkat provinsi, sebutlah misalnya menjadi ketua Gebu Minang.


Perbincangan lain adalah Fadly akan maju pada ajang pemilihan walikota Padang, juga pada 2024. Bahkan tanda-tanda ke arah ini sempat muncul sebentar. Ada juga yang menyebut, Fadly sudah membentuk tim untuk suksesi pemilihan walikota Padang periode 2024-2029.


Tapi, dengan ditetapkannya Fadly menjadi ketua Partai Nasdem Provinsi Sumbar, maka kemungkinan Fadly maju menjadi calon walikota Padangpanjang dan Padang menjadi semakin tipis. Bidikan mungkin sedang diarahkan menuju Sumbar 1 atau Sumbar 2.


"Nasdem Sumbar butuh kepengurusan yang kuat, solid, dan memiliki loyalitas tinggi dalam memenangkan partai, dan bisa menjalankan makna restorasi secara utuh," terang Surya Paloh dalam SK yang ditandatanganinya.


Dedi Ramanta berharap, Fadly mampu membawa Nasdem menjadi partai pemenang di Sumatera Barat. Selain itu, juga menciptakan iklim politik yang sehat dan berkiblat pada kepentingan rakyat.


"Sumbar memiliki kultur politik yang kuat, dengan dinamika yang mengharuskan partai politik untuk terus berbenah. Nasdem mengambil jalan pembenahan itu, dengan menunjuk Fadly Amran sebagai Ketua DPW," kata Dedi, sebagaimana dikutip dari harianhaluan.com, Rabu (27/7) malam.


Penunjukan Fadly, menurutnya, merupakan langkah baik yang dilakukan Nasdem untuk kemajuan Sumbar ke depannya. Ini bagian dari cara Nasdem untuk lebih mengabdi di tengah masyarakat. Partai politik, terutama Nasdem, selalu berusaha memberikan yang terbaik. Khusus untuk Sumbar, jelasnya, pihaknya akan memberikan yang terbaik dengan menunjuk Fadly menjadi ketua. Fadly adalah anak muda yang punya komitmen untuk membangun, tak hanya partai tapi juga daerah.


Fadly sendiri menyatakan siap menerima amanah untuk membenahi Nasdem Sumbar. Dalam pertemuannya dengan Ketum Surya Paloh sebelum penyerahan SK, dijelaskan Fadly kalau Surya Paloh berpesan agar dirinya berpegang teguh dalam pengabdian, dan bisa menjalankan ideologi partai, serta semangat restorasi.


Latar belakang Fadly sesungguhnya adalah pengusaha dan akademisi. Dia mendedikasikan diri sepenuhnya sebagai seorang politisi, setelah ditetapkan menjadi walikota Padangpanang pada 9 Oktober 2018.


Fadly Amran lahir di Padang, 9 Februari 1988. Ia adalah anak kedua dari tujuh bersaudara. Masa kecil hingga remaja dihabiskannya di Kota Padang. Ia menamatkan pendidikan menengah di SMA Negeri 1 Padang pada tahun 2005 pada jurusan IPA.


Mengutip informasi dari wikipedia.org, saat lulus SMA, terjadi perdebatan antara Fadly dan ayahnya. Ayahnya mendorong anak-anaknya semuanya untuk menjadi seorang dokter, karena kakak-kakaknya semuanya dokter.


Ayahnya menyuruhnya untuk mengambil kuliah kedokteran di Jakarta. Akan tetapi, ia tetap keras dengan pendirian untuk berangkat ke Amerika untuk mengambil kuliah bisnis. Dengan berat hati, ia meninggalkan ayahnya dalam keadaan sakit dan melanjutkan pendidikan ke Universitas Seattle, di Seattle, Washington, Amerika Serikat. Ia mengambil jurusan Finance dan meraih gelar Bachelor of Arts in Bussiness Administration pada tahun 2009.


Hingga beberapa tahun ke depan, Fadly nampaknya belum akan kembali ke dunia bisnis sepenuhnya. Jiwa politiknya semakin kukuh, setelah menjadi ketua Partai Nasdem Sumbar ini. Tapi masih sulit diprediksi, apakah akan maju dalam pemilihan walikota Padang atau Padangpanjang atau gubernur Sumbar atau wakil gubernur Sumbar, saat ini hanya Fadly sendirilah yang tahu.


Kita tungguhlah agak dua tiga hari ke depan. Kejutan-kejutan akan terus bermunculan hingga berakhir 2022 dan masuk 2023 yang semakin dekat dengan pemilihan umum serentak.***

(MUSRIADI MUSANIF)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad