SURAKARTA, potretkita.net - Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 di Surakarta, Ahad (20/11) malam, ditutup Wakil Presiden RI H. Ma'ruf Amin. Sedangkan prosesi pembukaan dilakukan Presiden RI Joko Widodo pada Sabtu (19/11) pagi.
![]() |
| MUHAMMADIYAH.OR.ID |
Muktamar itu membuahkan hasil, di antaranya program strategis Muhammadiyah lima tahun ke depan. Muktamar juga berhasil memilih 13 orang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Periode 2022-2027, dengan Ketua Umum Prof. Haedar Nashir dan Sekretaris Umum Prof. Abdul Mu'ti.
Sedangkan ketua umum Pimpinan Pusat Aisyiyah terpilih adalah Dr. Salmah Orbaniyah dengan Sekretaris Umum Dr. Tri Hastuti Nur Rochimah.
Pada prosesi penutupan yang berlangsung di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta itu, Wapres menyebut, menyebut visi Muhammadiyah sejalan dengan visi yang tengah diperjuangkan bangsa Indonesia, untuk mewujudkan Indonesia Emas dan menjadi satu dari lima ekonomi dunia pada tahun 2045.
“Muhammadiyah didirikan Kiai Ahmad Dahlan didorong oleh semangat jiwa pembaharu dalam diri beliau untuk memperbaiki umat Islam yang saat itu statis dan tidak berkembang. Artinya visi Islam berkemajuan memang menjadi hakikat kelahiran dan nafas perjuangan organisasi Muhammadiyah,” ujarnya.
BACA JUGA
Haedar Kembali Terpilih jadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, Islam Berkemajuan dan Negara Berkemajuan, kata dia dibutuhkan SDM unggul yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Selain itu juga diperlukan generasi yang fakih, menguasai ilmu agama supaya dapat memberi jawaban atas berbagai problem umat, bangsa dan kemanusiaan.
Muktamar Muhammadiyah tahun ini meneguhkan peran Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam memberikan sumbangan bagi bangsa untuk memberikan kemajuan seperti yang diharapkan melalui bil qaul maupun bil hal melalui tindakan nyata.
"Melalui program-program Muhammadiyah yang telah dibahas pada Muktamar, saya yakin Sang Surya akan terus mampu menjadi cahaya pencerah bagi berbagai tantangan keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan,” pungkasnya, sebagaimana dirilis pada laman resmi Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Presiden Joko Widodo, sebagaimana diberitakan laman resmi Sekretariat Kabinet RI; setkab.go.id, dalam pidatonya pada pembukaan muktamar di Stadion Manahan Surakarta mengaku bersyukur dan senang bisa hadir di Muktamar Muhammadiyah dan Muktamar ‘Aisyiyah/
“Seharusnya KTT APEC baru selesai sore hari ini, tetapi karena hormat saya, respect saya terhadap undangan dari PP [Pengurus Pusat] Muhammadiyah dan PP ‘Aisyiyah, maka saya pulang duluan mendahului pemimpin-pemimpin yang lain supaya bisa berjumpa dengan Bapak-Ibu semuanya,” ungkapnya.
Di hadapan peserta muktamar, Kepala Negara juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah atas dukungannya dalam upaya penanganan pandemi COVID-19 tiga tahun terakhir.
Presiden pun menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang telah berkontribusi besar dalam peningkatan kualitas SDM dan penguasaan iptek melalui lembaga pendidikan yang dikelola. Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah memiliki lebih dari 170 perguruan tinggi, 1.364 sekolah menengah atas (SMA)/sederajat, 1.826 sekolah menengah pertama (SMP)/sederajat, 2.817 sekolah dasar (SD)/sederajat, 440 pesantren, serta 20.233 taman kanak-kanak (TK), pendidikan anak usia dini (PAUD), dan kelompok bermain.
“Melalui lembaga pendidikan ini, saya mengharapkan peran sentral Bapak-Ibu sekalian untuk terus menyebarkan Islam yang berkemajuan, Islam yang penuh dengan nilai-nilai toleransi, Islam yang menjaga persatuan, Islam yang menjaga persaudaraan dan perdamaian sesuai dengan ajaran Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam,” ujarnya.(mus)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar