Rekor MURI untuk Ribuan Warga Latihan Pijat Jantung di Masjid - Potret Kita | Ini Beda

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

21 November 2022

Rekor MURI untuk Ribuan Warga Latihan Pijat Jantung di Masjid

PADANG, potretkita.net - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Padang memecahkan rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI), di bidang pelatihan pijat jantung secara hibrid bagi pengurus masjid se-Kota Padang.

PELATIHAN PIJAT JANTUNG

Kegiatan itu dihelat pada Ahad (20/11), dan melibatkan 155 masjid dan 2.155 peserta pelatihan di seluruh Kota Padang. Para relawan yang telah dipersiapkan IDI, mendatangi masjid-masjid untuk memandu langsung pelatihan pijat jantung tersrbut.


Kepala Dinas Kesehatan Sri Kurniayati, mewaliki walikota Padang, mengucapkan selamat dan terimakasih kepada IDI yang telah memecahkan rekor MURI. “Selamat kepada IDI yang terus bersinergi dan berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Padang, terutama dalam membantu kesehatan masyarakat,” ujarnya.


Sri berharap, melalui pelatihan pijat jantung tersebut, semua peserta mendapatkan ilmu dasar pertolongan pertama saat terjadi serangan jantung. Dia juga berharap kegiatan ini terus berkelanjutan. “Selamat kepada IDI Padang, semoga lebih sukses lagi,” katanya.


Penghargaan diserahkan Perwakilan MURI Triyono kepada Ketua IDI Cabang Padang Muhammad Riendra di Sekretariat IDI Padang. Penyerahan penghargaan juga disaksikan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Padang beserta seluruh peserta pelatihan yang menyaksikan secara virtual.


“MURI sangat mengapresiasi atas apa yang dilakukan IDI Kota Padang, kami mengucapkan selamat semoga yang dilakukan IDI Padang dapat ditiru oleh daerah lain,” kata Triyono.  


Ketua IDI Riendra menuturkan, kegiatan pelatihan diadakan dalam rangka menyikapi kondisi masyarakat yang masih belum memahami, bagaimana cara penanganan bantuan dasar pijat jantung.



Menurutnya, cukup banyak kasus henti detak jantung mendadak yang tidak tertangani dengan baik. “Sebab itu kita memberikan pelatihan di masjid,” tuturnya didampingi Ketua Panitia Pelatihan, dr Nina Kurniasih.


Riendra menjelaskan, pijat jantung perlu diperhatikan oleh semua pihak dan dipelajari dengan baik karena cukup mudah dilakukan. Apabila masyarakat dapat mengenal teknik pijat dengan baik, menurutnya, akan dapat menolong lebih dini.


“Ini merupakan upaya kita dengan harapan akan dapat mengurangi gejala sisa ketika ada yang terkena serangan jantung, kami mengucapkan terimakasih kepada DMI dan relawan yang telah bekerja dan memberikan pelatihan di banyak masjid,” ujarnya.


Pelatihan dilaksanakan di 155 masjid secara serentak, seperti di Masjid Arrahman, Tanjung Aur, Kelurahan Balai Gadang, Koto Tangah. Dr Ferihartinda Adila melatih sebanyak 22 warga dan pengurus masjid. Dokter muda ini dibantu relawan dari Fakultas Kedokteran Siti Mubarokah dan Aridea Rahma Fadila.


Peserta pelatihan nampak antusias mengikuti teknik memijat jantung. Setiap peserta diberi pemahaman bagaimana cara memijat jantung dengan benar. Masing-masing mereka berkelompok dan satu persatu mempraktikkan cara memijat.


Setelah dilakukan pelatihan, setiap peserta mendapat sertifikat dari IDI Cabang Padang, termasuk pengurus masjid yang juga mendapat piagam penghargaan.


Pengurus Masjid Arrahman Amir Nas, mengucapkan terimakasih atas program yang diberikan IDI kepada masyarakat. Menurutnya, program menyehatkan masyarakat ini sangat penting sekali.


Diakuinya, dengan adanya penyakit masyarakat yang datang secara tiba-tiba dan tidak dapat menghubungi langsung dokter atau orang berkompeten dalam menangani, maka pihak keluarga dapat menangani secara dini.


“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kita kan tidak mengetahui, jika nanti ada jemaah kita yang terkena serangan jantung, kita dapat menangani dengan baik,” sebutnya.(Charlie Ch. Legi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad