PASAMAN, POTRETKITA.net - Allah memiliki ketentuan untuk umat manusia. Siapapun orangnya. Sabar dan bersyukur, menjadi penguat bagi manusia dalam menjalani kehidupan, sekalipun dalam keadaan tertimpa musibah dan bencana.
Begitu dikatakan Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Wilayah Sumatera Barat H. Marhadi Efendi, Sabtu (23/4) malam, saat memberi tausyiyah usai Shalat Tarwih berjemaah dengan warga Kampung Palak Pisang Jorong Siparayo, Nagari Malampah, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman. Tarwih yang diikuti witir itu dilaksanakan di mushalla darurat yang dibangun warga atas dukungan MDMC Sumbar dan kalangan donatur.Warga kampung yang mengikuti kegiatan itu, adalah korban bencana gempa bumi magnitudo 6,1 yang melanda Pasaman dan Pasaman Barat, dua bulan lalu. Persisnya Jumat (25/2/2022) pagi, yang berpusat di lereng Gunung Talamau, Pasaman Barat.
"Mari kita selalu ridho dan rela dengan ketentuan Allah, selalu sabar terhadap musibah, dan senantiasa bersyukur terhadap nikmat yang Allah berikan. Insya Allah kita akan selamat dari dunia hingga akhirat," sebut Marhadi.
Sabar itu, tegasnya, berbanding lurus dengan masalah. Ketika kita ingin belajar sabar, katanya, biasanya akan diuji dengan masalah. Ketika kita bersabar saat ada masalah, menghadapi ujian dan cobaan, maka kita akan mendapatkan pujian dari Allah.
Sekretaris MDMC Sumbar Portito menjelaskan, sejak bencana gempa melanda warga hingga saat ini, pihaknya masih setia melayani masyarakat yang terkena musibah di Jorong Timbo Abu Pasaman Barat dan Jorong Siparayo Pasaman. Berbagai program bantuan dan pemberdayaan telah dilakukan, baik atas inisiatif MDMC maupun memfasilitasi para relawan dan donatur yang ingin berpartisipasi.
Tim MDMC Sumbar juga melakukan penguatan psikologis dan mental para korban, dengan mendatangkan para ahli, termasuk ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumbar Dr. H. Shofwan Karim Elha, tenaga medis, para ustad, dan motivator, di antaranya Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Dr. Jasra Putra dan Senator asal Sumbar Hj. Ema Yohana.
"Insya Allah, MDMC akan tetap hadir sampai para pengungsi benar-benar kuat menghadapi musibah ini," sebutnya.(musriadi musanif)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar