Masih Banyak Pengungsi Gempa Pasbar Hidup di Tenda - Potret Kita | Ini Beda

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

24 April 2022

Masih Banyak Pengungsi Gempa Pasbar Hidup di Tenda

PASBAR, POTRETKITA.net - KPAI mendukung upaya-upaya penguatan psikologis dan kerohanian yang dilakukan MDMC Sumbar, terutama bagi mereka yang masih tinggal di tenda-tenda pusat konsentrasi pengungsian.

Tenda pengungsi di Jorong Timbo Abu Ateh.
Hingga kini, derita warga korban gempa bumi bermagnitudo 6,1 di Talamau Pasaman Barat dan Malampah Pasaman, belum berakhir. Mereka masih tinggal di tenda-tenda pengungsian. Kendati nelangsa, tapi realitas hidup pasca musibah harus tetap dijalani.


Salah seorang pengungsi di pusat konsentrasi pengungsian Jorong Timbo Abu Ateh, Nagari Persiapan Timbo Abu, Kecamatan Talamau, mengaku, mereka sudah rindu untuk kembali ke rumah dan sering pula ‘disuruh pulang’ oleh petugas pemerintah. Tapi, sebutnya, mereka tak bisa pulang karena rumahnya hancur, rusak berat, dan tidak bisa ditempati lagi.


“Sering. Kami sering disuruh pulang oleh aparat pemerintah. Tapi mau pulang kemana? Rumah tak ada lagi. Sudah rata dengan tanah,” ujar seorang pengungsi, Sabtu (23/4), saat berbincang-bincang dengan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Dr. Jasra Putra, M.Pd.


Jasra dengan didampingi Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumbar H. Marhadi Efendi, berkunjung ke pusat pengungsian di pinggang Gunung Talamau itu, guna memastikan pelayanan dan prosedur pelayanan terhadap anak-anak pengungsi yang hidup di tenda-tenda, mereka peroleh sebagaimana mestinya dari berbagai pihak.


Menurutnya, di pusat konsentrasi pengungsian Jorong Timbo Abu Ateh, sekitar 17 kepala keluarga masih tinggal di tenda-tenda. Rumah mereka benar-benar hancur akibat gempa Jumat, 25 Februari 2022 pukul 08.39 WIB. Koordinat gempa sangat dekat dengan pemukiman warga pada kedalaman sepuluh kilometer.

Komisioner KPAI berbincang dengan dengan ibu-ibu pengungsi yang punya balita dan anak.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, gempa itu berjenis kerak dangkal yang dipicu aktivitas patahan aktif Sesar Semangko, pada Segmen Talamau yang sebelumnya belum terpetakan. Mekanisme sumbernya menunjukkan gempa ini memiliki mekanisme pergerakan mendatar.


Musibah itu mengakibatkan sedikitnya 25 orang meninggal dunia, 465 orang luka-luka, dan sedikitnya 16 ribu orang mengungsi. Kendati sebagian besar pengungsi sudah kembali, namun kondisi mereka tidak sedang baik-baik saja.


“Masih banyak warga yang hidup di tenda-tenda. Sebagian besar dibangun para relawan di pekarangan rumah mereka yang terdampak, baik rusak berat maupun rusak sedang. Tapi yang amat memprihatinkan, ada puluhan kepala keluarga (KK) yang masih tinggal di pusat-pusat pengungsian, dan hanya dinaungi tenda-tenda,” jelas Jasra.


Dia pun mendesak pemerintah daerah, khususnya Bupati Pasaman Barat Hamsuardi dan Gubernur Buya Mahyeldi Ansharullah, agar melakukan langkah-langkah taktis, sehingga para pengungsi tidak terkonsentrasi lagi di pusat-pusat pengungsian. Hidup lama-lama di pusat pengungsian, tegasnya, jelas tidak baik secara psikologis dan sosiologis.


Percepatan pembangunan hunian sementara (huntara), ujarnya, merupakan salah satu solusi yang harus ditempuh. Huntara itu dibuatkan di pekarangan rumah-rumah mereka yang sudah roboh atau berat. Bila itu dilakukan, menurut aktivis nasional kelahiran Pasaman Barat tersebut, maka beban psikologis dan sosiologis para pengungsi berangsur-angsur bisa dikurangi.


Ketua MDMC Sumbar Marhadi Efendi menjelaskan, untuk penguatan psikologis para pengungsi, baik di Timbo Abu Pasaman Barat maupun Malampah Pasaman, timnya hingga saat ini masih berada di lapangan.


“Kita fasilitasi membangun masjid dan mushalla darurat, dengan sarana pendukung seperti tempat berwudhuk, tikar, lampu penerangan, pengeras suara, memberi bantuan peralatan shalat, dan lain-lain. Kita juga mendatangkan ustad, memimpin shalat berjamaah, dan menggelar berbuka puasa bersama pengungsi,” jelasnya.(musriadi musanif)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad