DEPOK, POTRETKITA.net - Setiap libur lebaran tiba, objek wisata menjadi incaran untuk dikunjungi. Tak sedikit wisatawan muslim berkunjung ke destinasi wisata yang penduduknya kebanyakan tidak merayakan Idul Fitri, misalnya di kawasan Danau Toba, Bali, dan Papua.
![]() |
| Wisatawan memadati pantai Jayapura, Papua, pada hari kedua Idul Fitri 1443.(berandarakyat.vom) |
“Bersilaturrahmi dan berwisata tidak saling meniadakan, tetapi saling melengkapi. Wisata menumbuhkan perputaran ekonomi masyarakat dan dapat mengakrabkan anggota keluarga yang ikut berwisata,” katanya, sebagaimana dikutip dari nu.or.id yang diakses pada Selasa (10/5) sore.
Menurutnya, silaturrahmi keluarga tetap menjadi bagian penting bagi masyarakat Indonesia. Buktinya, jutaan orang mudik setiap Idul Fitri, bahkan saat pandemi Covid-19 masih menakutkan dua tahun lalu. Mudik, imbuhnya, tentu saja faktor pendorongnya untuk bertemu dengan orang tua dan saudara.
Maulana mengakui, level silaturrahmi yang dijalani masyarakat saat ini semakin terbatas pada keluarga inti, bukan lagi pada kerabat keluarga besar, sebagaimana tradisi yang berjalan sebelumnya. Kondisi ini merupakan perubahan dari masyarakat tradisional menuju masyarakat modern. “Jadi modernitas membawa perubahan yang mendasar dalam kehidupan masyarakat, dan terutama yang paling terguncang nilai-nilai keluarga,” jelasnya.(*/mus)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar