Hilangnya WC Terpanjang di Kota Pariaman - Potret Kita | Ini Beda

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

23 Desember 2022

Hilangnya WC Terpanjang di Kota Pariaman


PARIAMAN, potretkita.net - WC alias kamar kecil terpanjang di dunia, kini tak ditemukan lagi di Kota Pariaman, seiring dengan dicanangkannya Kota Open Defecation Free (ODF) Seratus Persen atau Stop Buang Air Besar Sembarangan.


Gubernur Sumatera Barat Buya H. Mahyeldi Ansharullah, saat mencangkan program itu di Pantai Gandoriah, Kamis (22/12), sebagaimana dirilis pada laman resmi sumbarprov.go.id oleh Dinas Kominfotik Sumbar dan diakses Jumat (23/12) sore, menyebut, ada empat kabupaten kota yang mencapai ODF, termasuk Kota Pariaman.


Saat ini, kata gubernur, Pemprov Sumbar tengah mendorong seluruh kabupaten kota menuju daerah yang ODF, termasuk Kota Pariaman. Oleh sebab itu Pemprov Sumbar fokus melaksanakan perbaikan fasilitas masyarakat terutama pencegahan wabah penyakit, lingkungan hidup, dan penanganan masalah sampah.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kota Pariaman yang begitu serius dalam penanganan kesehatan masyarakat. Saya harap kabupaten kota lainnya dapat meniru Kota Pariaman, disebabkan di Sumbar masih terdapat beberapa titik daerah kumuh yang perlu diperbaiki agar keperluan dan kebutuhan masyarakat dapat dimaksimalkan," ujar gubernur.


Kota Pariaman, kata Mahyeldi, bisa menjadi percontohan bagi daerah lain. karena saat ini baru ada empat kabupten kota yang ODF 100 persen di Provinsi Sumatera Barat Tahun 2022. Kita akan terus dukung agar kabupaten kota lainnya juga ODF, “ lanjut gubernur.


Walikota Pariaman Genius Umar, mengatakan Deklarasi ODF adalah sebagian upaya menjaga kebersihan. Selain itu, ujarnyan kesehatan menjadi salah satu faktor penting dalam kesejahteraan dan kemajuan suatu daerah.


"Deklarasi ODF ini merupakan perwujudan dari perilaku hidup sehat. Keberhasilan ODF 100 persen tidak terlepas dari kerja sama OPD dilingkungan Pemko Pariaman mulai dari dinas sampai ke desa dan kelurahan. ODF 100 persen di Kota Pariaman harus kita pertahankan demi kebaikan bersama, sehingga warga Kota Pariaman terhindar dari penyakit menular, “ ungkapnya.


WC TERPANJANG DI DUNIA

Sementara itu, Dinas Kominfo Kota Pariaman merilis pernyataan walikota, deklarasi ODF 100 persen itu adalah perjalanan panjang dari cita–cita Bupati Padang Pariaman (sebelum dimekarkan dengan Kota Pariaman) Anas Malik, ketika itu pantai di sepanjang Kota Pariaman menjadi WC terpanjang di dunia, sehingga pada masa itu, bupati menertibkan perilaku Stop Buang Air Besar Sembarangan.


Genius meneruskan usaha Bupati Anas Malik berbuah manis, ODF 100 persen berhasil dideklarasikan, sehingga tidak ada lagi istilah WC terpanjang di Kota Pariaman.


Walikota mengucapkan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat, yang telah membantu pemerintah daerah dalam membangun Kota Pariaman. Tidak hanya itu, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Gubernur Sumatera Barat atas penghargaan yang telah diberikan.


“Semangat yang dimiliki Bupati Anas Malik inilah yang saya lanjutkan, sehingga sekarang kita dapat menganggarkan untuk 1000 jamban bagi masyarakat Kota Pariaman melalui dinas terkait seperti Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Dinas Perkim dan LH) Kota Pariaman 1000/tahun," ujarnya.


Demikian, menurut walikota, Kota Pariaman mampu menjadi kota sehat terintegrasi. Tahun ini ada 1654 akan dibantu pembangunan jamban, 1000 jamban melalui APBD, 500 dana desa dan sisanya dari CSR.


“ODF 100 persen di Kota Pariaman harus kita pertahankan demi kebaikan bersama, sehingga warga Kota Pariaman terhindar dari penyakit menular dan Sumatera Barat maju," katanya.(*/mus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad