TANAH DATAR, POTRETKITA -- Gurun adalah nagari elok di lereng Gunung Marapi. Sawah menguning menghampar. Kalau Anda datang dari arah Batusangkar, pusat Pemerintahan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, menuju ke pusat nagari, maka panorama indah takkan henti-hentinya bisa dinikmati.
| Bupati Tanah Datar Eka Putra besama jajaran Tim Penggerak PKK kabupaten dan provinsi saat berada di Nagari Gurun. |
Di depan, pandangan tertumbuk ke lereng Gunung Marapi hingga ke puncak kawah. Lekuk-lekuknya mempesona. Tak banyak orang yang mengingkari, pesona panorama Gunung Marapi itu amat luar biasa, bila dinikmati dari Nagari Gurun.
Di kiri kanan Anda, sawah menghijau dan pada waktu-waktu tertentu sedang menguning, berjejer rapi mengitari perkampungan masyarakat.
Lain lagi ceritanya ketika kita sudah berada di Nagari Gurun, berada dalam wilayah Kecamatan Sungai Tarab. Pemandangan indah kembali menyejukkan mata dan jiwa. Keindahan Batusangkar, Nagari Sungayang, Minangkabau, dan Pagaruyuang nampak jelas dari sini. Begitu pula jajaran perbukitan Marapalam dan areal Puncak Pato, terlihat pula dengan jelas.
Untuk 'mampir' ke Gurun tidaklah sulit. Jalan mulus terbentang. Jaraknya hanya sekitar lima kilometer dari Batusangkar. Bisa pula diakses dari Pasar Sungai Tarab yang terletak di jalan lintas Sumatera yang menghubungkan Batusangkar dengan Tabek Patah. Tak jauh. Hanya lebih sedikit tiga kilometer.
Ada banyak potensi yang bisa digali, dikelola, dan dikembangkan dari nagari ini. Mungkin itu pulalah sebabnya, Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanah Datar mempercayakan nagari ini mewakili Luak Nan Tuo pada Lomba PKK Tingkat Provinsi Sumatera Barat 2021 dalam lima kategori.
Tim penilai juga sudah turun ke nagari ini pada Rabu (16/6) lalu. Jajaran PKK Tanah Datar dan pemerintah daerah, terlihat antusias menyambut kedatangan tim yang dipimpin Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Sumbar Ny. Fitria Amalia Audy.
Antusiasme masyarakat dan pemerintah daerah, terlihat dari prosesi penyambutan hingga pelaksanaan penilaian. Bahkan, dari jajaran Pemkab Tanah Datar juga hadir di lokasi dengan formasi lengkap. Hal seperti itu, sepanjang yang diketahui, belum pernah terjadi selama ini.
Hadir di lokasi Bupati Eka Putra, Wakil Bupati Richi Aprian, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ny. Lise Eka Putra, Wakil Ketua Ny, Patty Richi Aprian, jajaran Forkopimda, OPD terkait, dan pemerintahan nagari.
Lomba tahun ini hanya sampai tingkat provinsi, tidak diizinkan oleh Menteri Dalam Negeri hingga ke tingkat nasional. Kategorinya ada lima, setelah ditambahkan pula dengan penilaian lomba Keluarga PKK Gagah Bencana. Kategori lainnya adalah Tertib Administrasi, Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital, Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), Kawasan Amankan dan kukusan Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman (Aku Hatinya PKK).
Menurut Ny. Fitria, khusus untuk kategori Keluarga PKK Gagah Bencana, merupakan kegiatan baru sesuai dengan program unggulan pada Pokja 4 Tahun 2021-2024, yaitu gerakan nasional keluarga PKK tanggap dan tangguh bencana.
Untuk percepatan terwujudnya keluarga PKK gagah bencana di Sumbar, menurutnya, dibentuk satu nagari model di setiap kabupaten dan desa/kelurahan tangguh di kota.
‘’Perlu pula kami ingatkan, kegiatan yang dinilai haruslah mencerminkan kegiatan utuh 10 Program Pokok PKK, mulai dari kelembagaan, sampai kepada tertib administrasi, kegiatan Pokja 1-4, dan kegiatan kelompok dasawisma,’’ ujarnya.
Selain keindahan alamnya, menurut Bupati Eka, Nagari Gurun juga memiliki jejak sejarah yang luar biasa. Fakta masa lalu itu, ujarnya, harus digali kembali dan dipekenalkan kepada generasi muda.
Eka menjelaskan, terpilihnya Nagari Gurun mewakili Tanah Datar setelah melewati sejumlah tahapan penilaian, pembinaan, dan pengkajian. Nagari ini, sebutnya, memiliki jejak sejarah yang cukup panjang dalam usaha merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI.
‘’Nagari Gurun adalah saksi sejarah Perjanjian Renville, yakni perjanjian yang dilaksanakan Indonesia dengan Belanda di bawah pengawasan Komisi Tiga Negara bentukan PBB. Kesepakatan yang dicapai, di antaranya tentara Belanda ditarik dari Batusangkar pada 1949 silam,’’ sebutnya.(Musriadi Musanif)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar