DENPASAR, POTRETKITA .net– Kalangan lanjut usia (lansia) kini terus bertambah. Isu-isu pelayanan mereka juga menjadi masalah paling aktual, termasuk dalam penanganan wabah Covid-19 dan pelayanan dasar. Prinsipnya, lansia harus berbahagia bersama keluarga.
Wakil Menteri Kesehatan dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD., Ph.D., KEMD, di Denpasar mengatakan, jumlah lansia di Indonesia kini mencapai 27,1 juta orang atau hampir sepuluh persen dari total penduduk. Pada tahun 2025, ujarnya, diprediksi jumlah lansia akan meningkat menjadi 33,7 juta jiwa atau naik 11,8 persen.
‘’Peningkatan jumlah lansia dengan berbagai masalah kesehatannya, menjadi tantangan bagi kita untuk mempersiapkan lansia yang sehat dan mandiei, agar meminimalisir beban bagi masyarakat dan negara,’’ karanya saat berbicara pada pembukaan Seminar Nasional Kesehatan Lanjut Usia, Kamis (17/6), di Bali, sebagaimana dirilis situs resmi Kementerian Kesehatan RI, dikutip Jumat (18/6) pagi.
Menurutnya, isu kesehatan lansia sudah masuk ke dalam indikator Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Strategis Kementerian kesehatan Tahun 2020-2024.
Di masa pandemi Covid-19 ini, tegasnya, lansia menjadi sasaran prioritas, karena merupakan salah satu kelompok yang paling rentan mengalami kondisi berat, bila sudah terpapar Covid-19, sehingga harus diupayakan agar program vaksinasi Covid-19 pada lansia dapat tercapai dengan maksimal.
Dalam berita yang disiarkan Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes itu ditekankan, keluarga harus menjadi tempat terbaik dan sumber kebahagiaan lansia, dengan cara segenap anggota keluarga harus saling menyayangi dan menghormati. Untuk itu, ujarnya, setiap individu dalam keluarga perlu memiliki empati terhadap lansia, sehingga mampu memberikan perhatian, mendampingi, dan mendukung lansia agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif (SMART).
Pada kesempatan tersebut, selain membuka acara seminar nasional, Wakil Menteri Kesehatan juga menyerahkan Buku Rencana Aksi Nasional (RAN) Kesehatan Lanjut Usia tahun 2020-2024 secara simbolis kepada Gubernur Bali didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali.
RAN Kesehatan Lanjut Usia Tahun 2020-2024 adalah acuan bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dalam upaya peningkatan kesehatan Lansia dan mengimbau seluruh pihak terkait agar dapat melaksanakan seluruh rencana aksi tersebut secara sinergis, terintegrasi dan koordinasi yang baik.
Bertepatan dengan seminar nasional, Wamenkes juga menyerahkan plakat sebagai apresiasi kepada enam provinsi yang peningkatan capaian vaksinasi Lansianya tertinggi selama Gebyar Vaksinasi Lansia tanggal 17-29 Mei 2021 yang mana menurut capaian nasional selama gevbar vaksinasi lansia (GVL) meningkat 2,33 persen dari 13,04 persen menjadi 15,36 persen. Keenam Provinsi tersebut adalah DI Yogyakarta, Bali, Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Tengah.
Pada acara ini juga ditayangkan video model implementasi perawatan jangka panjang dari Puskesmas Selemadeg Barat, Kab. Tabanan dan pemberdayaan Lansia dari Desa Melinggih, Kab. Gianyar, Provinsi Bali sebagai pembelajaran bagi daerah lain serta karya-karya pemenang Lomba Video Inovasi Pelayanan Kesehatan Lansia dan Lomba video Asyiknya Bersama Lansia yang diikuti oleh masyarakat umum.
Rangkaian acara Seminar Nasional ini ditutup dengan kunjungan lapangan untuk melihat pelayanan kesehatan Lansia di Rumah Sakit dan Puskesmas dimana Waki Menteri Kesehatan berkunjung ke RSD Mangusada Badung dan Puskesmas II Denpasar Selatan, dan peserta seminar berkunjung RS Sanglah dan Puskesmas I Denpasar Timur.(kemkes.go.id)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar