Macet jadi Oleh-oleh Kembali Menuju Perantauan - Potret Kita | Ini Beda

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

07 Mei 2022

Macet jadi Oleh-oleh Kembali Menuju Perantauan

PADANGPANJANG, POTRETKITA.net - Belum banyak berubah dari tahun sebelumnya. Macet mengepung pelaku perjalanan di Ranah Minang, terutama pada jalur Padang-Padangpanjang-Bukittinggi. Jarak 91 kilometer itu harus ditempuh dalam waktu tempuh delapan hingga sepuluh jam.

foto-foto dinas kominfo pp
"Kami tidak bisa kemana-mana pak. Susah-susah pulang kampung dari perantauan, hanya bisa berkumpul bersama keluarga di nagari saja. Tak dapat ke mana-mana, karena macetnya minta ampun. Semoga tahun depan, soal macet ini sudah mendapatkan solusi," sebut seorang perantau.


Erwin, perantau lainnya di akun media sosial milik Dinas Kominfo Kota Padangpanjang menulis, Kami perantau tidak bisa menikmati indahnya alam Minangkabau. Akibat dimana-mana macet di jalan, jadi tidak bisa kemana-mana. Waktu liburan sudah habis, otw kembali...


Kapolres Padang Panjang AKBP Novianto Taryono mengakui, simpul kemacetan itu ada di kota berjuluk Serambim Mekah karena di kota ini jadi titik temu arus kendaraan dari arah Padang, Solok, dan Bukittinggi. Apalagi, katanya, Lebaran 1443 H arus kendaraan meningkat. Kemacetan terjadi dikarenakan banyaknya kendaraan yang mudik dan pergi berwisata ke tempat wisata yang ada di Sumatera Barat.



"Petugas bertugas hingga dini hari untuk mengatur arus lalin. Kami senantiasa mengimbau kepada pengemudi agar selalu mematuhi aturan lalin dan petunjuk dari anggota yang bertugas di lapangan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas


Novianto mengimbau masyarakat yang melewati wilayah hukum Polres Padang Panjang untuk tidak mengendarai kendaraan dalam kondisi capek. Karena akan membahayakan penumpang. Apabila terasa lelah, katanya, silahkan istirahat terlebih dahulu. Jangan lanjutkan perjalanan, karena akan membahayakan nyawa keluarga. 

"Saat mengendarai kendaraan, jangan ugal-ugalan dan kurangi kecepatan. Agar terhindar dari hal yang tidak kita inginkan bersama. Ingat, keluarga menanti di rumah. Berkendara tetap berhati-hati. Bagi pengendara roda dua, wajib menggunakan helm SNI dan pengemudi roda empat tetap menggunakan sabuk pengaman. Serta lengkapi surat-surat kendaraan,” ujar Novianto. 


Kemacetan, timpal Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Arkes Refagus, terjadi akibat volume kendaraan yang melintasi dan singgah di Padang Panjang meningkat drastis. "Macet ini terjadi akibat masih ada masyarakat yang mudik dan yang paling banyak kendaraan yang membawa sanak saudaranya liburan," katanya, sebagaimana dikutip dari publikasi Dinas Kominfo Kota Padangpanjang.

 

Menurutnya, sebagai kota perlintasan, lalin di sini sangat padat. Ada masyarakat yang menuju Kota Bukittingi, Solok, Batusangkar, Padang mereka melalui Kota Padang Panjang terlebih dahulu. 


Saat tim Dishub melakukan survey, ternyata kemacetan ini terjadi akibat ramainya tempat wisata kuliner Sate Mak Syukur, cafe terbaru di Lembah Anai IIBumi dan air terjun Lembah Anai. "Dengan ramainya masyarakat berhenti di tempat tersebut, membuat lalin di beberapa titik di Padang Panjang macet. Seperti Simpang Padang, Rumah Makan Pak Datuak, dan persimpangan PDAM," ulasnya. 


Mengatasj kondisi tersebut, Dishub sudah banyak membuat jalur alternatif agar kendaraan lancar. Namun hanya bisa membuat kendaraan melaju dengan pelan. 


Salah seorang pengendara dari arah Pekanbaru mengeluh sampai di Padang Panjang. Sejak pagi ia berkendara, hingga pukul  20.00 WIB masih terkepung kemacetan  di Kota Padang Panjang. Pengendara dari Bukittinggi menuju Padang Panjang, bisa menghabiskan waktu lima jam. Di waktu normal hanya setengah jam.(*/mus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad