PADANG, POTRETKITA.net - Dana cadangan tidak ada di nomenklatur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Padang. Kalau pun ditemukan, Pemko setempat tidak akan menggunakannya. Prioritas saat ini adalah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Kita tidak gunakan dana cadangan, apalagi dana cadangan tidak ada di nomenklatur APBD kita. Pemko Padang terus menggenjot capaian PAD. Tidak itu saja, pemerintah juga terus melakukan pengetatan belanja. Kita akan terus mengoptimalkan pendapatan," ungkap Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Padang Andree Harmadi Algamar, Sabtu (20/8/2022).
Menurutnya, optimalisasi pendapatan daerah tidak saja melalui penagihan secara manual kepada objek pajak dan lainnya, akan tetapi juga dilakukan melalui digitalisasi. Bersamaan dengan itu, imbuhnya, pemko juga melakukan pengetatan belanja, hemat dan tepat sasaran.
Pemko Padang, ujarnya, selalu optimis dalam mencapai serta meningkatkan PAD Kota Padang. Andree mengatakan, pihaknya akan berusaha maksimal menjaga APBD dengan baik. APBD yang berorientasi kepada pembangunan dan kesejahteraan warga kota.
Terkait penggunaan digitalisasi dalam meningkatkan PAD, Diskominfo Padang bahkan telah lebih dulu memulai penggunaan aplikasi. Aplikasi e-payment diluncurkan ke tengah publik sebagai wadah bagi pemilik tower atau provider dalam membayar retribusi menara.
"Pemilik tower tidak perlu lagi datang ke bank untuk membayar retribusi, cukup dengan membuka aplikasi, semua dapat dengan mudah dilakukan," ungkap Plt Kepala Diskominfo Kota Padang, Al Amin.
Aplikasi e-payment diluncurkan tahun 2021. Sebanyak 500 tower di Padang dimiliki oleh sejumlah pemilik atau provider. "Mereka akan membayarkan retribusinya sebesar Rp2 miliar lebih di tahun ini," ungkap Plt Kadis Kominfo itu.(Charlie/diskominfo pdg, ed: mus)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar